PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩 Segenap keluarga besar Mediasulsel.com mengucapkan Selamat Memperingati 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026. 🇮🇩 Mari menjaga persatuan, menumbuhkan semangat kebangsaan, dan bersama mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Merdeka! 🇮🇩🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Obyek Wisata di Bissoloro, Mimpi Masa DepanMuktamar V Wahdah Islamiyah; Zulhas Sebut 28 Tahun Ekonomi Pasar Bebas Melenceng dari Cita-Cita Pendiri BangsaSMEP TP PKK Makassar Perkuat Program Lingkungan, Stunting, dan UMKM di Tallo-Ujung TanahFadli Zon Ajak Wahdah Islamiyah Ikut Majukan Kebudayaan NasionalBimtek Kepenulisan Luwu Gali Asal-Usul Nama Daerah, Rawat Sejarah dan Kearifan LokalSemarak HUT ke-81 RI, Kecamatan Manggala Gelar Lomba 17 Agustus Penuh KekompakanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩 Segenap keluarga besar Mediasulsel.com mengucapkan Selamat Memperingati 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026. 🇮🇩 Mari menjaga persatuan, menumbuhkan semangat kebangsaan, dan bersama mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Merdeka! 🇮🇩🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Obyek Wisata di Bissoloro, Mimpi Masa DepanMuktamar V Wahdah Islamiyah; Zulhas Sebut 28 Tahun Ekonomi Pasar Bebas Melenceng dari Cita-Cita Pendiri BangsaSMEP TP PKK Makassar Perkuat Program Lingkungan, Stunting, dan UMKM di Tallo-Ujung TanahFadli Zon Ajak Wahdah Islamiyah Ikut Majukan Kebudayaan NasionalBimtek Kepenulisan Luwu Gali Asal-Usul Nama Daerah, Rawat Sejarah dan Kearifan LokalSemarak HUT ke-81 RI, Kecamatan Manggala Gelar Lomba 17 Agustus Penuh Kekompakan
Toraja Utara

Dirjen Kemendag: Toraja Berpeluang Jadi Kekuatan Baru Kopi Indonesia di Pasar Dunia

269
×

Dirjen Kemendag: Toraja Berpeluang Jadi Kekuatan Baru Kopi Indonesia di Pasar Dunia

Sebarkan artikel ini
Dirjen Kemendag: Toraja Berpeluang Jadi Kekuatan Baru Kopi Indonesia di Pasar Dunia
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Fajarini Puntodewi, S.H., M.Si, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi kopi nasional serta penguatan akses ekspor kopi Indonesia ke pasar dunia.(Foto: Anny Marimbunna)

TORAJA UTARA—Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia terus mendorong hilirisasi kopi nasional sebagai strategi memperkuat daya saing Indonesia di pasar internasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Fajarini Puntodewi, menegaskan masa depan industri kopi Indonesia tidak lagi cukup bertumpu pada penjualan bahan mentah. Menurutnya, penguatan sektor kopi harus diarahkan pada pengolahan bernilai tambah, sertifikasi internasional, dan perluasan akses ke pasar premium dunia.

Dalam wawancara eksklusif bersama Mediasulsel.com di Toraja Utara, Rabu (21/5/2026), Fajarini Puntodewi menyebut Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan utama industri kopi global karena didukung keberagaman kopi Nusantara yang telah memiliki reputasi kuat di pasar internasional, termasuk kopi Toraja.

“Ke depan, kopi Indonesia tidak boleh hanya dikenal sebagai bahan mentah. Kita ingin petani menikmati nilai tambah melalui hilirisasi, pengolahan, sertifikasi internasional, hingga akses pasar premium dunia,” ujarnya.

Hilirisasi Jadi Jalan Meningkatkan Nilai Tambah

Kemendag menilai hingga kini sebagian besar petani kopi masih berada pada rantai ekonomi terbawah karena hasil panen lebih banyak dipasarkan dalam bentuk mentah tanpa pengolahan optimal.

Untuk itu, pemerintah terus memperkuat program hilirisasi melalui pendampingan petani, peningkatan kualitas pascapanen, sertifikasi internasional, serta pembukaan akses ekspor yang lebih luas.

Berbagai standar global seperti sertifikasi organik, Rainforest Alliance, Fairtrade, hingga regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) dipandang sebagai tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan daya saing kopi Indonesia.

“Fokus kami bukan sekadar mendorong petani mengolah kopi, tetapi memastikan produk mereka memiliki pasar yang jelas dan dihargai tinggi di tingkat internasional,” kata Fajarini Puntodewi.

Ia menambahkan, sekitar 90 persen perkebunan kopi nasional dikelola oleh perkebunan rakyat. Karena itu, keberhasilan hilirisasi harus memberi dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani.

Toraja Dinilai Punya Daya Tarik Kuat di Pasar Global

Dalam kesempatan tersebut, Toraja disebut sebagai salah satu daerah yang memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekspor kopi Indonesia.

Kemendag sebelumnya juga telah memfasilitasi pelaku usaha kopi Toraja untuk tampil dalam World of Coffee Athens 2023 sebagai bagian dari promosi kopi unggulan Indonesia di pasar global.

Menurut Fajarini, kekuatan kopi Toraja tidak hanya terletak pada cita rasa, tetapi juga identitas budaya serta cerita di balik proses produksinya yang menjadi nilai tambah di pasar premium.

“Setiap daerah di Indonesia memiliki karakter kopi yang unik. Tugas pemerintah adalah memastikan semua daerah memiliki kesempatan yang sama untuk dikenal dunia, termasuk Toraja,” ungkapnya.

Peremajaan Tanaman dan Ekspor Jadi Fokus Penguatan

Selain hilirisasi, pemerintah juga menyoroti tantangan sektor kopi nasional berupa banyaknya tanaman yang memasuki usia tua sehingga produktivitas mulai menurun.

Karena itu, sinergi lintas kementerian terus diperkuat, terutama bersama sektor pertanian untuk mendukung peremajaan tanaman serta peningkatan kapasitas petani.

Dari sisi perdagangan, Kemendag berupaya memastikan hasil produksi terserap pasar melalui promosi ekspor, pembukaan akses dagang, dan program pendampingan seperti Desa Bisa Ekspor.

Program tersebut diharapkan membantu petani dan pelaku UMKM memahami standar perdagangan internasional serta membangun strategi ekspor yang berkelanjutan.

Hibah Lahan 100 Hektare Dinilai Berpotensi Jadi Percontohan

Fajarini juga menyoroti rencana dukungan hibah lahan sekitar 100 hektare di wilayah Toraja Utara yang dinilai berpotensi menjadi model pengembangan kopi terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, pengembangan tersebut dapat menjadi proyek percontohan nasional jika dikelola melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, hingga sektor industri dan perdagangan.

Skema tersebut mencakup penyediaan bibit unggul, pembinaan teknis, pengolahan hasil, hingga pembentukan jalur ekspor dalam satu ekosistem terpadu.

“Kalau sejak awal standar internasional sudah dipenuhi, maka ketika panen kopi tersebut sudah memiliki akses pasar dan jalur ekspor yang jelas,” jelasnya.

Generasi Muda Jadi Harapan Industri Kopi Nasional

Di tengah perubahan tren konsumsi global, pemerintah juga melihat keterlibatan generasi muda sebagai faktor penting menjaga keberlanjutan industri kopi Indonesia.

Menurut Fajarini, kopi kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup global, terutama di kalangan generasi muda yang semakin memperhatikan isu keberlanjutan, kesejahteraan petani, hingga asal-usul produk yang dikonsumsi.

Pemerintah pun mendorong anak muda untuk terlibat lebih luas di sektor ini, tidak hanya sebagai petani, tetapi juga sebagai barista, kurator kopi, peneliti, pelaku industri kreatif, hingga eksportir.

“Anak muda harus melihat industri kopi sebagai sektor yang modern, kreatif, dan memiliki masa depan ekonomi yang menjanjikan,” tegasnya.

Dengan dukungan hilirisasi, penguatan ekspor, dan regenerasi pelaku industri, Toraja dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat kekuatan kopi Indonesia di pasar dunia. (4nny)

Dirjen Kemendag: Toraja Berpeluang Jadi Kekuatan Baru Kopi Indonesia di Pasar Dunia
Proses penjemuran biji kopi Toraja di fasilitas greenhouse drying house di Kecamatan Kesu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Tahapan pascapanen ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan karakter cita rasa kopi Toraja sebagai komoditas unggulan nasional berorientasi ekspor. (Foto: Anny Marimbunna)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com