PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke PemprovPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke Pemprov
Pilkada Sulsel

Diserang Fitnah “Politik Uang” di Toraja, Begini Respon Kubu Danny-Azhar

569
×

Diserang Fitnah “Politik Uang” di Toraja, Begini Respon Kubu Danny-Azhar

Sebarkan artikel ini
Danny Pomanto
Calon Gubernur Sulawesi Selatan, Moh Ramdhan Pomanto bersama Asri Tadda, Juru Bicara tim DiA.

PINRANG—Suasana politik di Toraja semakin memanas setelah tim Danny-Azhar (DiA) dituding melakukan praktik politik uang oleh pihak yang mengatasnamakan tim mereka. Tuduhan ini mendapat respon keras dari kubu DiA yang menganggapnya sebagai fitnah yang tidak berdasar.

Asri Tadda, Juru Bicara tim DiA, dengan tegas meminta agar lawan politik mereka berhenti melakukan strategi yang disebutnya sebagai “playing victim” dan mendesak agar para pihak tersebut kembali ke praktik politik yang bersih.

“Insaflah, kembalilah ke jalan yang benar,” kata Asri dalam kegiatan kampanye tim DiA di Ajatappareng pada Kamis (13/11/2024) kemarin.

Langkah Hukum dari Tim DiA

Menanggapi tuduhan ini, Asri mengungkapkan bahwa Tim Hukum DiA sedang mempersiapkan langkah hukum. Mereka berencana melaporkan dugaan fitnah dan praktik politik uang ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Menurut Asri, tindakan ini diambil untuk melindungi reputasi Danny-Azhar dan menjaga integritas demokrasi. “Kami tidak akan tinggal diam. Tim hukum telah bergerak cepat untuk menangani fitnah ini. Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam menjaga integritas demokrasi,” tegas Asri.

Dugaan Taktik untuk Melemahkan Dukungan

Tim DiA menilai bahwa tuduhan ini datang dari rival politik yang berusaha mengurangi dukungan bagi pasangan Danny-Azhar, terutama di wilayah Toraja di mana dukungan terhadap mereka semakin kuat.

Meskipun demikian, tim DiA tetap yakin bahwa masyarakat Toraja mampu membedakan antara tuduhan palsu dan fakta di lapangan.

Danny Pomanto: Ini Bukan Cara Kami

Sementara itu, Danny Pomanto, Calon Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, menanggapi tuduhan tersebut dengan tegas. Ia menyatakan bahwa ia baru saja mendapatkan informasi mengenai kelompok yang mengatasnamakan timnya untuk mendata warga dan menjanjikan sejumlah uang sebagai bagian dari praktik politik uang.

Danny dengan tegas menolak tuduhan ini dan menyatakan bahwa timnya tidak akan pernah menggunakan cara-cara kotor semacam itu.

“Saya yakin ini bukan tim kami yang melakukan hal ini. Berhentilah melakukan ‘playing victim’ karena masyarakat, dengan kecerdasannya, pasti bisa memahami cara-cara curang seperti ini. Politik uang adalah bentuk pembodohan terhadap demokrasi,” ujar Danny.

Danny, yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Makassar selama dua periode, merasa bahwa tuduhan ini adalah bentuk serangan dari pihak-pihak yang ingin merusak reputasinya di Toraja.

Ia menegaskan bahwa tindakan ini malah dianggap sebagai tanda-tanda kemenangan di pihaknya. “Ini jelas bukan cara kami dalam berpolitik. Insyaallah ini adalah tanda-tanda kemenangan bagi kami,” tambah Danny.

Tindakan yang diambil oleh tim Danny-Azhar ini menunjukkan keseriusan mereka dalam menjaga proses demokrasi yang bersih dan menolak segala bentuk kecurangan dalam politik. (*/Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com