Diskes Sulsel dan Forum CSR, Bahas Upaya Turunkan Jumlah Kematian Ibu dan Bayi

Diskes Sulsel dan Forum CSR, Bahas Upaya Turunkan Jumlah Kematian Ibu dan Bayi

MAKASSAR – Dinas Kesehatan Sulsel menginisiasi pertemuan dengan perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Novotel Makassar, Jumat (17/5/2019).

Sejumlah perusahaan yang tergabung dalam Forum CRS Sulsel tersebut diantaranya, Yayasan Kalla, Bosowa Group, PT Bendhard Group, PT Pertamina, PT JAPFA Comfeed Indonesia, PT VALE, Bank Mandiri, PT Kima, PT Unilever dan PT Telkom bersama Dinas Sosial Provinsi Sulsel serta sejumlah media di Makasar.

Pertemuan digelar dalam upaya menurunkan jumlah kematian Ibu dan bayi baru lahir yang masih tinggi di provinsi ini.

Berdasarkan data laporan rutin Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, ternyata Sulsel menempati posisi tertinggi jumlah ibu dan bayi baru lahir yang meninggal dunia. Sepanjang tahun 2017, terdapat 115 kasus kematian ibu dan 817 neonatal.

Kasus kematian Ibu tertinggi berada di Kabupaten Gowa sebanyak 13 kasus, sementara kasus kematian bayi baru lahir tertinggi terdapat di Kabupaten Jeneponto sebanyak 79 kasus.

Demikian juga halnya kabupaten lain seperti, Bone, Bulukumba, Sinjai dan Pangkep masih tergolong sebagai wilayah yang memiliki kasus kematian ibu dan bayi baru lahir sangat tinggi.

Baca Juga

Pertemuan dibuka secara resmi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel Dr. dr. H. Bachtiar Baso.

Dalam sambutanya diungkapkan juga kondisi terkini program kesehatan ibu dan anak. Dalam upaya menurunkan jumlah kematian ibu dan anak baru lahir, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri namun harus melibatkan berbagai stake holder.

“Salah satunya stake holder yang dekat dengan masyarakat adalah Forum CSR ini,” ungkap Kadis Kesehatan Sulsel.

Ia sangat mengharapkan kepedulian dan keberpihakan Forum CSR terhadap peningkatan derajad kesehatan khususnya ibu dan bayi baru lahir, dengan dibuktikan melalui kegiatan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat tersebut, khusunya diawali dengan tiga kabupaten yakni Bulukumba, Bone dan Pangkep.

Selaku inisiator, pihaknya sangat optimis bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal terjalinnya hubungan kerjasama yang baik.

Sementara itu, Ketua Forum CSR Sulsel Bachnar B Abdullah, S.H sangat mengapresiasi pertemuan ini sebagai bukti keterlibatan lansung pemerintah dalam menyukseskan program yang sedang diembang Forum yang Sulsel.

Bachnar memaparkan tentang kegiatan Forum CSR (Corporate Responsibility Social) Sulsel bahwa selama ini perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR sukses melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat, termasuk terjung lansung membantu korban bencana alam di Lombok, Palu, Donggala dan Jeneponto. Juga Forum ini CSR, tambah Bachnar, bekerjasama PMI melaksanaka donor darah rutin sekali triwulan.

“Apalagi kalau mendapat dukungan langsung dari permerintah, khususnya Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, maka saya yakin Insya Allah kegiatan sosial termasuk layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir dalam rangka menurunkan jumlah kematian, akan sukses,” tandas bachnar.

Pertemuan ini didukung oleh USAID Jalin, sebuah program dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) yang menggunakan pendekatan kolaboratif untuk berkontribusi dalam penurunan jumlah kematian ibu dan bayi baru lahir.

Dengan mengadopsi untung rembuk yang melibatkan banyak pihak dari berbagai sektor, baik pemerintah pusat maupun daerah, perusahaan dan yayasan, penyedia jasa kesehatan swasta maupun LSM dan media. (*)

Berita Terkait