MAKASSAR—Kepala Dinas Pertanahan (Distan) Kota Makassar, Dra. Hj. Sri Sulsilawati, M.Si, menargetkan di tahun 2023 dapat mensertifikatkan 1000 aset berupa Fasum dan Fasos milik Pemerintah Kota Makassar.
Hal itu diucapkan mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar ini saat mewakili Wali Kota Makassar Danny Pomanto menjadi nara sumber dalam sebuah podcast yang dihelat salah satu media di kota Makassar Bincang Kota, yang ditayang melalui akun Youtube dan Facebook Tribun Timur, Kamis (2/2/2023).
Dalam dialog yang mengusung tema “Sertifikat Tanah Gratis untuk Rakyat” ini, Kadistan Kota Makassar yang akrab disapa Sri ini menuturkan, bahwa dari total 4.600 aset yang tercatat di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, baru sekitar 600 yang telah memiliki alas hak.
Sisanya menurut Sri menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pertanahan untuk segera menyelesaikan legalitas aset daerah tersebut.
“Tahun 2023 ada 1000 target aset yang harus disertifikatkan. Tahun lalu ada 86 yang bersertifikat. Dinas Pertanahan sedang dalam proses menginventarisasi 4 ribu fasum fasos yang belum bersertifikat akan dikejar tahun 2023,” tutur Sri.
Pada kesempatan itu Sri juga menegaskan, bahwa Dinbas Pertanahan akan mensertifikatkan jalan yang ada di lorong wisata, dengan melibatkan masyarakat setempat untuk memasang batas lorong wisata. Hal itu menurutnya sejalan dengan program Kementerian Agraria Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) yaitu gerakan masyarakat pemasangan tanda batas (Gempatas).
“Ada 1000 lebih lorong wisata yang sudah dicanangkan Bapak wali kota di tahun 2022, ke depan kita kan fokus gerakan pemasangan batas pada longwis-longwis,” tegas Sri. (*/4dv)













