Dompet Dhuafa Sulsel Salurkan Bantuan Medis dan Logistik Untuk Penyintas Banjir Jeneponto
Curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng mengalami banjir bandang. Puncaknya terjadi pada hari rabu (6/7/2021) hingga Kamis dinihari (7/7/2021). Akibatnya kurang dari 5000 jiwa terdampak banjir. Diperkirakan ada 1000 rumah terendam banjir dan puluhan diantaranya mengalami rusak parah.

JENEPONTO—Merespon banjir yang melanda Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bantaeng, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) mengirimkan tim respon untuk melakukan evakuasi serta membuka pos medis dalam memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga terdampak banjir.

Curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng mengalami banjir bandang. Puncaknya terjadi pada hari rabu (6/7/2021) hingga Kamis dinihari (7/7/2021). Akibatnya kurang dari 5000 jiwa terdampak banjir. Diperkirakan ada 1000 rumah terendam banjir dan puluhan diantaranya mengalami rusak parah.

Menurut laporan koordinator lapangan kebencanaan Dompet Dhuafa Sulsel, Syarif mengutarakan, kurang dari 5000 jiwa menjadi korban banjir bandang Jenepoto. Ada 4 kecamatan yang paling berdampak dari banjir bandang ini yaitu Kecamatan Tarowang, Kecamatan Arungkeke, Kecamatan Batang, dan Kecamatan Binamu.

“Dari kejadian ini, dampak banjir tidak hanya merusak rumah warga, namun juga mengakibatkan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan. Sejumlah fasilitas umum yang terdampak banjir diantaranya Puskesmas, sekolah, UPTD, dan Masjid,” tambahnya.

Kondisi pasca banjir jeneponto kini berangsur membaik. Sejumlah tim relawan respon dan Tim Search and Rescue (SAR) telah bergabung bersama-sama membantu para warga untuk membersihkan sisa puing-puing kayu dan sampah yang menyangkut di rumah dan jalanan serta pembersihan fasilitas umum.

“Tim Respon Dompet Dhuafa telah berada di lokasi bencana sejak Kamis (8/7/2021) untuk melakukan assesmen dan pendampingan awal kepada para penyintas banjir di Desa Tarowang Kecamatan Tarowang, Desa Kalumpang Lompoa, Kecamatan Arungkeke, Desa Maccini Baji Kecamatan Batang, dan Kelurahan Balang Toa Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto,” terang Rahmat Hidayat HM, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel.

“Dompet Dhuafa berupaya melakukan pelayanan terbaik untuk membantu para warga hingga tahan recovery nanti. Hingga Senin (12/7/2021), tim DD Sulsel masih siaga di lokasi, dengan membuka pos hangat dan pos medis di beberapa titik di lokasi terdampak,” sambungnya.

Dalam menyiapkan kebutuhan makanan bagi warga terdampak, Tim Dompet mendirikan sejumlah pos hangat. Kolaborasi antara relawan dan masyarakat sekitar terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan minuman bagi warga yang mengungsi.

Dompet Dhuafa Sulsel Salurkan Bantuan Medis dan Logistik Untuk Penyintas Banjir Jeneponto
Pos Medis

Selain pos hangat, Dompet Dhuafa membuka pos medis di posko bencana Jeneponto untuk layanan kesehatan gratis sebagai bentuk upaya untuk membantu warga untuk tetap menjaga kesehatan.

Dan karena saat ini masih dalam masa pandemi, DD Sulsel tak lupa untuk membagikan bantuan logistik berupa penyaluran 50 Masker dan Handsanitiser sebanyak 48 pcs kepada warga. Harapannya warga terus menjaga kesehatan mereka disituasi saat ini.

Adapun kendala saat ini yang ditemui oleh tim respon DD Sulsel yaitu para warga korban banjir sangat membutuhkan bantuan bahan pokok untuk makan. Diantaranya terpal dan tikar untuk alas tidur, obat-obatan untuk supply vitamin mereka, alat kebersihan untuk memudahkan dan mempercepat pembersihan lumpur pasca banjir, dan yang paling penting adalah pasokan air bersih. Para warga mengaku warga minimnya pasokan pokok dan air bersih membuat kegiatan bersih-bersih rumah dan lain sebagainya menjadi terkendala.

Selain itu warga juga membutuhkan pakaian, lantaran banyak yang tersapu banjir. Bantuan distribusi berupa makanan siap saji dan air minum juga sangat dibutuhkan. Bantuan ini sangat dibutuhkan, sebab banyak dari alat dapur mereka yang tergenang bahkan hanyut. (*)