DP3A Lakukan Penguatan Pencegahan dan Perlidungan ABH
kegiatan penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus dikota palopo pada tanggal 10 september lalu.

MAKASSAR – Kepala DP3A Dalduk KB Sulsel Dr Fitriah Zainuddin menghadiri kegiatan penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus di kota Palopo pada tanggal 10 September lalu.

Dr Fitriah Zainuddin mengatakan, berbagai kebijakan dan program telah diluncurkan secara nasional dalam mendukung upaya-upaya perlindungan anak seperti Gerakan Nasional Anti Kekerasan terhadap Anak (GN-AKSA), dan upaya pemenuhan hak anak seperti penerapan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

“Berbagai kebijakan dan program telah dilakukan seperti KLA, GN-AKSA maupun lainnya. Tapi semuanya belum berjalan optimal dalam mencegah munculnya modus baru tindakan kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan perlakuan salah terhadap anak. Terlebih lagi pada Anak yang Berhadapan Hukum (ABH), sehingga memerlukan kerja keras dan terobosan baru,” ucapnya.

Ia menyebutkan upaya perlindungan anak belum banyak menekankan pada pencegahan dan belum dilakukan secara terpadu yang melibatkan semua layanan terkait.

“Kita bisa mendengar masih banyaknya kasus-kasus pencabulan dan tindak kekerasan lainnya yang menimpa anak-anak kita yang memerlukan pencegahan secara terpadu dengan melibatkan semua pihak terkait,” sebutnya.

Fitriah Zainuddin lebih jauh menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sulsel melalui DP3A Dalduk KB Sulsel terus melakukan langkah-langkah antisipasi dan pengembangan sinergitas

“Langkah-langkah terus kami lakukan diantaranya dengan pengembangan Sinergitas Layanan Perlindungan Khusus Anak bagi ABH. Alhamdulillah telah ada 2 LAPAS yang telah berkomitmen untuk pengembangan layanan bagi anak-anak kita yang berada di LAPAS yang di kuatkan dengan adanya Perjanjian Kerjasama (PKS) yaitu di LPKA Maros dan Lapas Kota Parepare,” jelasnya.

Ia menambahkan pada tahun ini Lapas kota palopo diharapkan dapat mengikuti dua Lapas lainnya yang berkomitmen untuk pengembangan layanan bagi anak-anak yang berada di Lapas.

“Melihat cukup banyaknya jumlah anak yang berhadapan dengan hukum. sudah kewajiban kita semua dalam memenuhi hak anak, tanpa kecuali. Sehingga kita perlu melakukan intervensi layanan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak kepada mereka Dilapas,” tambahnya.

Dr Fitriah berharap melalui kegiatan ini akan mendapatkan kesepakatan bersama yang tentunya semata-mata untuk kepentingan terbaik bagi anak-anak khususnya ABH.

“Kami sangat berharap bapak-ibu kabupaten dan kota yang hadir, khususnya bagi LPKA Maros dan Lapas Parepare dan Palopo. Agar kita mendapat suatu kesepakatan yang tentunya semata-mata untuk kepentingan terbaik bagi anak-anak kita khususnya anak-anak kita yang berhadapan hukum,” tutupnya.

Dikesempatan itu, Kadis DP3A Dalduk KB Sulsel Dr Fitriah Zainuddin juga melakukan kunjungan ke Lapas kelas II A Palopo. Disana ia melakukan pertemuan dengan Walikota dan ketua TP PKK kota Palopo untuk dukungan dan penguatan program. [*]