SELAYAR—Dinas Kebudayaan Kota Makassar kembali tampil memukau di depan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin dan undangan lainnya dengan menghadirkan dua tarian pada Festival Taka Bonerate, di Taman Pelangi Kabupaten Kepulauan Selayar, Kamis malam, 26 Oktober 2023.
Irmayanti, S.Hut, MM selaku Kepala Bidang (Kabid) Penerapan Budaya dan Kesenian Disbud Makassar mengatakan pada malam opening seremony Festival Taka Bonerate tampil menghadirkan tarian dari sanggar seni binaan Dinas Kebudayaan.
“Kalau di Selayar kami memenuhi undangan Pemkab Selayar untuk tampil di malam opening seremony Festival Taka Bonerate, di Taman Pelangi,” kata Irmayanti Kepada Mediasulsel.com dalam via seluler, Sabtu (28/10/2023).
“Kami tampil membawa dua tarian dari dua sanggar binaan Dinas Kebudayaan yaitu Sanggar Seni Potonro dengan Tari Masitasi kemudian Sanggar Seni Paropo dengan Tari PEPEKA RI MAKKA. Jadi untuk tarian itu kami bawa dua puluh orang dan tarian terakhir itu tarian Pepeka Ri Makka,” sambungnya.

Pada penampilan tarian Pepeka Ri Makka Pj Gubernur Sulsel begitu sangat antusias bahkan bersedia tampil kedepan panggung untuk di bakar.
“Pak Pj Gubernur antusias sekali dengan mau di ajak kedepan panggung dan di bakar karena properti api termasuk Bupati Selayar dan beberapa Kepala OPD, alhamdulilah tampilan kami juga merupakan salah satu perwakilan kabupaten kota yang ikut partisipasi di festival Takabonerate,” ujarnya.
Irmayanti menambahkan, panitia Festival Takabonerate mengundang 24 kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.
“Mereka mengundag 24 Kabupaten tapi yang tampil yaitu dari Dinas Pariwisata Provinsi Sulsel dan Dinas Kebudayaan Kota Makassar, sekali lagi Pak Gubernur begitu antusias bahkan beliau menawarkan dirinya, Beliau lansung mau, Beliau baru pertama kali melihat dan merasakan atraksi itu,” pungkasnya.
Ada pun sinopsi dua tarian yang ditampilkan pada Festival Taka Bonerate, di Taman Pelangi Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu.
Tari MASITASI
Masitasi merupakan singkatan dari Mali’ Siparappe, Tallang Sipahua yang memiliki makna agar tidak tenggelam terbawa arus air kita harus salingtolong menolong. Itulah falsafah hidup masyarakat pesisir yang berkegiatan diatas air atau berlayar. Berlayar di laut sudah menjadi kegiatan yang secara turun-temurun diwariskan leluhur yang tetap dipertahankan hingga ke generasi saat ini.
Tari PEPEKA RI MAKKA
Secara historis tari pepe-pepeka ri makka terkait dengan penyebaran agama Islam sekitar abad ke-17 terutama di Kab Gowa yang merupakan gerbang awal masuknya agama Islam. tradisi rakyat yang bernafaskan Islam yang dilengkapi dengan properti api. (*/4dv)














