MAKASSAR—Dalam rangka merayakan HUT Kota Makassar yang ke-417, Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar acara Makassar Clothing Day 2024. Kegiatan ini menampilkan fashion show dari brand hijab lokal terkenal, World Of Chayra, yang menghadirkan kekayaan budaya Makassar dalam motif hijabnya.
Diadakan di Anjungan Mandar Pantai Losari, fashion show ini melibatkan delapan model yang mengenakan koleksi hijab World Of Chayra. Berbagai desain hijab yang ditampilkan memukau para tamu dengan motif yang menggambarkan ikon-ikon Makassar, seperti kapal pinisi, Masjid Kubah 99, hingga Fort Rotterdam.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Makassar, Irma Awalia, menyampaikan bahwa acara ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan ulang tahun kota, tetapi juga untuk memperkenalkan budaya dan ikon Makassar kepada publik.
“Hijab yang ditampilkan hari ini memuat berbagai tempat bersejarah di Makassar, yang sekaligus memperkenalkan ikon kota,” ujar Irma, Sabtu (9/11/2024). Ia menambahkan bahwa acara ini mendukung 17 subsektor ekonomi kreatif di Makassar, termasuk fashion, musik, dan kuliner.
Indah Amalia, pemilik World Of Chayra, menyampaikan kebanggaannya atas kontribusi brand-nya dalam melestarikan budaya Makassar melalui hijab.

“Produk kami sangat ikonik dan melekat pada budaya Makassar. Fashion show ini menjadi bentuk kecintaan kami terhadap kota ini,” kata Indah. Hijab World Of Chayra tidak hanya menjadi tren fashion, namun juga sarana untuk mempromosikan pariwisata Makassar.
Menurut Indah, setiap koleksi hijabnya mengandung unsur budaya dan ikon kota. “Saya ingin setiap produk kami menggambarkan kecintaan kami pada Makassar. Salah satu koleksi terbaru adalah ‘Rotterdam Belle’, terinspirasi dari Fort Rotterdam,” tambahnya.
Dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp200 ribu hingga Rp270 ribu per hijab, World Of Chayra menawarkan kualitas premium yang bisa dijangkau masyarakat luas. Hijab-hijab ini bisa diperoleh melalui akun Instagram @worldofchayra bagi masyarakat yang tertarik.
Melalui karya hijab World Of Chayra, Makassar tidak hanya memperkenalkan budaya lokal, tetapi juga membuktikan bahwa produk kreatif lokal memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional. (*/4dv)














