KAIRO—Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (FEB UNUSIA) menjalin kerja sama internasional dengan Ikatan Alumni dan Keluarga As’adiyah Mesir (IKAKAS-Mesir).
Kesepakatan tersebut mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, hingga publikasi ilmiah internasional.
Kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan dua Implementation Arrangement (IA) tersebut berlangsung di Sekretariat IKAKAS Mesir, Kairo, Sabtu (31/10/2026).
Kerja sama itu melibatkan Dekan FEB UNUSIA Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak., Ketua IKAKAS Mesir Muh. Nurul Muqaffi, Ketua Program Studi Akuntansi Habsyah Fitri Aryani, M.Ak., serta Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Asiroch Yulia Agustina, M.E.I.
Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah bidang Tridarma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta publikasi ilmiah internasional.
Dekan FEB UNUSIA, Dr. Muhammad Aras Prabowo, mengatakan kolaborasi internasional harus menghasilkan manfaat akademik dan sosial yang terukur.
“Internasionalisasi perguruan tinggi tidak cukup berhenti pada penandatanganan dokumen. Kerja sama harus diterjemahkan menjadi penguatan kompetensi mahasiswa, kolaborasi riset, publikasi internasional, dan pengabdian masyarakat yang memberikan dampak nyata,” tegas Aras.
Ketua IKAKAS Mesir, Muh. Nurul Muqaffi, menyambut kolaborasi tersebut sebagai upaya mempererat hubungan diaspora pelajar Indonesia dengan perguruan tinggi nasional.
“IKAKAS Mesir siap menjadi jembatan kolaborasi akademik, sosial, dan pengembangan kapasitas mahasiswa Indonesia di Mesir. Kami berharap kemitraan ini melahirkan program berkelanjutan yang bermanfaat bagi kedua lembaga,” ujarnya.
Ketua Program Studi Akuntansi, Habsyah Fitri Aryani, M.Ak., menyoroti literasi keuangan lintas negara sebagai salah satu bidang yang dapat dikembangkan dalam kerja sama tersebut.
“Mahasiswa Indonesia di luar negeri membutuhkan pemahaman tata kelola keuangan, akuntabilitas, dan transaksi internasional. Kolaborasi ini menjadi ruang penguatan kompetensi akuntansi dalam konteks global,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Asiroch Yulia Agustina, M.E.I., melihat peluang pengembangan ekonomi syariah internasional melalui kemitraan tersebut.
“Mesir memiliki tradisi keilmuan Islam yang kuat. Kerja sama ini membuka peluang pengembangan kajian ekonomi syariah yang mengintegrasikan nilai keislaman, praktik ekonomi, dan tantangan global,” ungkapnya.
Sebagai implementasi awal, kedua lembaga mengembangkan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional dengan tema peningkatan kapasitas mahasiswa Indonesia di Kairo.
Program tersebut mencakup adaptasi sosial budaya masyarakat Mesir, tata kelola keuangan, dan transaksi internasional.
Kemitraan yang berlangsung selama tiga tahun ini diharapkan memperkuat kontribusi FEB UNUSIA dalam diplomasi akademik Indonesia-Mesir sekaligus menghasilkan program Tridarma yang berkelanjutan dan berdampak. (*)
Citizen Reporter: Muhammad Aras Prabowo (Akademisi UNUSIA)
Artikel ini ditulis oleh Citizen Reporter. Isi dan gaya penulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi hanya melakukan penyuntingan seperlunya tanpa mengubah substansi.













