MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan arah pembangunan dan kebijakan anggaran tahun depan melalui finalisasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Fokus utama diarahkan pada keseimbangan antara target pendapatan dan kebutuhan belanja daerah agar perencanaan tetap realistis dan terukur.
Pembahasan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly, dalam rapat koordinasi finalisasi belanja dan pendapatan rancangan akhir RKPD 2027 di Balai Kota Makassar, Selasa (26/5/2026).
Rapat diikuti jajaran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), termasuk unsur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Makassar, Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar, dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Makassar, bersama para kepala bidang dan staf teknis.
Dalam arahannya, Andi Zulkifly menegaskan dokumen RKPD telah memasuki tahap akhir sehingga struktur pendapatan dan belanja harus sudah menggambarkan kemampuan fiskal daerah secara nyata.
Menurutnya, postur APBD 2027 perlu disusun dengan prinsip keseimbangan agar menjadi dasar yang kuat sebelum diajukan kepada Wali Kota Makassar.
Selain memastikan keselarasan angka, Pemkot juga menekankan pentingnya integrasi seluruh usulan pembangunan ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Usulan tersebut mencakup hasil Musrenbang, pokok-pokok pikiran DPRD, hingga program prioritas kepala daerah.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga sinkronisasi antara perencanaan dan penganggaran sehingga program yang disusun dapat dieksekusi secara efektif.
Sekda juga meminta perangkat daerah terkait melakukan verifikasi ulang terhadap seluruh komponen pendapatan, hibah, serta program prioritas agar penyusunan RKPD tidak melampaui kapasitas fiskal daerah.
Finalisasi RKPD 2027 menjadi tahapan strategis karena akan menjadi pijakan utama Pemerintah Kota Makassar dalam menyusun kebijakan pembangunan dan arah penganggaran pada tahun mendatang.(70n)














