Beranda » Kesehatan » FKM Unhas Jalin Kerjasama dengan Hanze University Belanda
FKM Unhas Jalin Kerjasama dengan Hanze University Belanda
Fakultas Kesehatan Makasyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menerima kunjungan Lybrich Kramer, MSc, IBCLC, seorang professor bidang keahlian pertumbuhan anak (child growth), Hanze University, Groningen, Belanda, Rabu (12/9/2018) di ruang dekan FKM. (Foto: Istimewa)
Kesehatan Makassar

FKM Unhas Jalin Kerjasama dengan Hanze University Belanda

MAKASSAR – FKM Universitas Hasanuddin menerima kunjungan Lybrich Kramer, MSc, IBCLC, seorang professor bidang keahlian pertumbuhan anak (child growth), Hanze University, Groningen, Belanda, Rabu (12/9/2018) di ruang dekan FKM.

Lybrich Kramer merupakan konsultan menyusui internasional (Lactation consultant by International Board Certified) dan seorang dietisien, ahli gizi, profesional dan dosen dalam ilmu sains terapan.

Dekan FKM Unhas, Dr. Aminuddin Syam mengatakan, kajian ilmu gizi dapat dikaji dari berbagai aspek. Misalnya, dari aspek perilaku atau manajemen. “Kami memiliki 8 departemen atau bagian dan salah satu diantaranya adalah Departemen Ilmu Gizi,” kata Dr. Aminuddin.

Dr. Aminuddin menambahkan, bagi FKM Unhas sangat terbuka untuk melakukan kerjasama dalam bentuk misalnya student exchange atau visiting Professor.

Dalam kunjungannya, Lybrick memberikan kuliah tamu. Ia memperkenalkan Hanze University, Groningen, Belanda yang merupakan universitas berbasis sains terapan peringkat ketiga di Belanda, yang berdiri sejak 1798.

Hanze University memiliki 27.000 mahasiswa, dan 3000 staf. Programnya terdiri dari kesehatan, manajemen, seni, energi, tehnik dan pendidikan.

Lybrick yang juga pengajar di School of health care studies, departemen ilmu gizi dan dietetik itu, menjadi perwakilan untuk meninjau kerjasama antara FKM Unhas dengan Hanze University, Groningen, Belanda.

Ms Lybrick membeberkan pengalamannya sebagai volunter, peneliti, serta sebagai konsultan di internasional NGO dalam tema serupa yaitu tumbuh kembang anak (child growth).

Disebutkan, dalam hal sistem pembelajaran, metode perkuliahan dengan evidence based, dimana pengalaman penelitian skala kecil sudah dimulai di awal semester kedua, dengan 10 minggu praktek berbasis bukti.

Dia menjelaskan bahwa, mahasiswa berusaha untuk menganalisis database, menyusun argumen. Di tahun kedua mahasiswa harus menyusun kajian kritis (Critical Appraisal) tentang topik tertentu.

Kemudian di tahun ketiga menyusun kajian pustaka, lalu di tahun keempat mahasiswa mempunyai program 20 minggu untuk menyusun skripsi.

Hampir sama dengan sistem pembelajaran Program Studi Ilmu Gizi FKM UNHAS yang mengaplikasikan Evidence Based Learning (EBL), pembelajaran berbasis bukti yang dimulai di semester pertama mahasiswa mengikuti perkuliahan.

Hal ini lah yang mendorong keinginan pihak Hanze University, Groningen, Belanda untuk menjalin kerjasama dengan FKM Unhas.

Dalam kuliah umumnya yang dihadiri lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai jurusan dan tingkatan pada program Sarjana/S1, Magister/S2 dan Doktor/S3.

Ms Lybrick mengemukakan beberapa fakta tentang tumpang tindih atau overlapping yang terjadi pada kasus stunting baduta umur 6-24 bulan.

Hal itu disebabkan, karena rendahnya tingkat pendidikan orang tua. Termasuk kurangnya mobilitas pada pelayanan kesehatan dan derajat kesehatan masyarakat yang semakin menurun.

Masalah gizi pada anak terutama balita tidak cukup diselesaikan hanya dengan upaya/intervensi sensitif yang tidak menjamin keberlangsungan dampak positifnya.

Namun, itu harus disertai dengan penyelesaian masalah secara komprehensif dengan memahami secara mendalam faktor-faktor lain di luar kesehatan.

Pemahaman yang mendalam tentang mengapa individu berprilaku sebagaimana yang selama ini, dilakukan merupakan hal penting. Agar intervensi perubahan perilaku terkait perbaikan gizi dan kesehatan anak dapat berhasil.

Dengan kata lain indikator multidimensi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak harus dipertimbangkan dan terus dikembangkan melalui berbagai riset kuantitatif maupun kualitatif.

Pelaksana Tugas Wakil Dekan FKM Unhas yang membuka acara tersebut, menyampaikan bahwa kuliah tamu ini juga merupakan rangkaian Dies Natalis FKM Unhas yang ke-36 tahun ini. [*/agays]