OPINI—Pada tanggal 5 Agustus 2021 yang lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan telah merilis angka pertumbuhan ekonomi triwulan-II 2021. Hasil press release menunjukkan bahwa perekonomian Sulsel mulai membaik meski pandemi masih melanda. Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan-II 2021 tumbuh sebesar 7,66 persen dibanding triwulan-II 2020 (y-on-y). Kondisi ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang menunjukkan tren positif 7,07 persen (y-on-y).

Tren positif perekonomian Sulsel ini didorong oleh pertumbuhan di sektor Transportasi dan Pergudangan sebesar 73,95 persen, Jasa Perusahaan sebesar 29,83 persen, Jasa Lainnya sebesar 27,77 persen, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 26,98 persen, hanya sektor Pertambangan dan Penggalian yang mengalami kontraksi yakni sebesar -5,82 persen.

Sementara itu, apabila dibandingkan dengan semester-I 2020, ekonomi Sulsel semester-I 2021 tumbuh sebesar 3,71 persen. Tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi yakni Transportasi dan Pergudangan sebesar 11,05 persen, Jasa Perusahaan sebesar 9,85 persen, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 8,97 persen.

Program vaksinasi dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dilakukan oleh pemerintah ternyata mampu memitigasi dampak covid-19 dan pelambatan ekonomi yang terjadi sejak triwulan-II 2020.

Aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang diberlakukan sejak tahun lalu untuk mengurangi penyebaran virus covid-19 memang sangat berdampak terhadap pelaku usaha. Namun dengan stimulus PEN dan program vaksinasi, pelaku usaha dapat kembali optimis menjalankan usahanya.

Pertumbuhan ekonomi yang positif ini perlu untuk dipertahankan, mengingat sejak triwulan-II 2020 sampai triwulan-I 2021 terjadi pertumbuhan kontraksi.

Beberapa tindakan yang dapat kita lakukan diantaranya adalah yang pertama, pengendalian penyebaran covid-19 tetap menjadi yang utama. Hal ini penting karena apabila penyebaran covid-19 tidak terkendali maka aktivitas ekonomi masyarakat akan semakin terbatas. Oleh karena itu, jumlah kasus covid-19 harian menjadi sangat penting untuk dipantau.

Kedua, disiplin menerapkan protokol kesehatan terutama di fasilitas umum. Reopenning kegiatan perekonomian terbukti telah membawa dampak positif terhadap kelangsungan kehidupan ekonomi masyarakat. Namun seiring dengan dilonggarkannya kegiatan perekonomian, masyarakat diharapkan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan karena pandemi masih belum berakhir.

Ketiga, melanjutkan pemberian program pemulihan ekonomi nasional. Hal ini penting karena pemerintah masih perlu untuk menstimulus dunia usaha melalui pemberian bantuan kepada pelaku UMKM. Selain itu, konsumsi masyarakat juga masih perlu ditingkatkan melalui berbagai bantuan, seperti BLT, kartu prakerja, subsidi listrik, dsb.

Keempat, pengeluaran konsumsi pemerintah terbukti memberikan pertumbuhan yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, yakni sebesar 17,68 persen pada triwulan-II 2021 jika dibandingkan dengan triwulan-II 2020. Disaat penawaran dan permintaan masyarakat masih rendah, belanja pemerintah mampu menjadi penopang perekonomian dari sisi permintaan.

Dari kejadian ini kita dapat mengambil hikmah bahwa pandemi bukan hanya menimbulkan dampak negatif, namun dapat menumbuhkan semangat untuk bersama-sama mencari solusi dari berbagai masalah. Diharapkan kerja sama dan sinergi dari semua pihak untuk pemulihan ekonomi Sulsel dan Indonesia pada umumnya. (*)

Penulis: Riska Eka Agustina, S.ST, M.Sc (Statistisi Pertama di Badan Pusat Statistik)

***

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.