MEDIASULSEL.com – Gelombang tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir di seputaran perairan Sulawesi, Jum’at (2/3/2017) Siang, menenggelamkan satu buah kapal penumpang tradisional, yang di Makassar dikenal dengan istilah kapal Jolloro’.
Kapal Jolloro’ yang menurut informasi milik warga Tanakeke, Dg Ngawing itu, bertolak dari dermaga lama Mappakasunggu, Takalar dengan memuat 25 orang penumpang menuju ke pulau Tanakeke.
Belum lama meninggalkan dermaga Mappakasunggu, kapal kayu yang di nahkodai Dg Mamming tersebut 3 kali dihantam ombak dengan perkiraan ketinggian mencapai 3 meter, yang akhirnya menenggelamkan kapal beserta seluruh penumpangnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Media Sulsel di posko pencarian di Dermaga Mappakasunggu, terdapat 3 orang korban meninggal dunia, yaitu Hj. Kebo dan Sakri alias Sattu dan satu orang anak-anak yang belum diketahui identitasnya.
Sementara itu, 18 orang diketemukan dalam keadaan selamat antara lain; Sirahuddin Dg Gassing, Masur Dg Nassa, Dg Muntu, Dg Sarro, Dg Amiri, Dg Nutta, Berniabto, Dg Taba, Dg Nabring, Dg Tiro, Dg Jallang, Dg Nuntung, Hj. Te’ne, Farida Dg Caya, Dg. Lala, Dg Bonto dan pemilik kapal, Tuang Awing serta nahkoda, Dg Mamming.
Tiga penumpang lain yang diidentifikasi sebagai Sinara, Dg Nombong da H. Ada’, belum diketemukan dan masih dilakukan pencarian oleh tim SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan PMI Takalar. (F1t/464ys)














