Advertisement - Scroll ke atas
Opini

Genosida Palestina, Matikah Rasa Kemanusiaan?

931
×

Genosida Palestina, Matikah Rasa Kemanusiaan?

Sebarkan artikel ini
Jumriah, S.Pd. (Aktivis Muslimah)
Jumriah, S.Pd. (Aktivis Muslimah)

OPINI—Hingga detik ini, serangan genosida terhadap rakyat Palestina terus berlangsung. Serangan brutal yang dilakukan Zionis Yahudi seolah tidak dapat dihentikan. Kemana kemanusiaan dunia? Saat bayi-bayi merah dan anak-anak menjadi korban kebrutalan Zionis.

Bahkan serangan kelaparan telah menjadi senjata Zionis untuk membunuh generasi Palestina secara pelan tapi nyata. Di hari Raya Idul Adha, yang seharusnya menjadi hari bahagia untuk seluruh kaum muslimin di dunia, tidak menghentikan kebengisan Zionis laknatullah untuk menyerang muslim di Palestina.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Dilansir dari Beritasatu.com (07/06/2025), Pada hari pertama Idul adha, serangan udara dan penembakan Israel di berbagai wilayah Gaza menyebabkan 33 warga Palestina kehilangan nyawa.

Perayaan Idul adha tahun ini menjadi yang keempat bagi warga Gaza sejak dimulainya operasi militer Israel, yang disebut-sebut sebagai upaya genosida dan telah merenggut hampir 54.700 jiwa. Selain menimbulkan banyak korban jiwa, agresi militer Israel juga menyebabkan krisis kelaparan dan membuat Jalur Gaza nyaris tak lagi layak untuk dihuni.

Genosida ini bukanlah terjadi setahun duatahun belakangan, tapi ini sudah terjadi bahkan sebelum negara palsu Israel berdiri pada tahun 1948. Ia lahir dari rahim penjajahan yang dibidani Inggris, lalu dibesarkan dan dipelihara dengan harga mati oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Ironi, saat penjajahan dan genosida berlangsung puluhan tahun dan dipertontonkan pada dunia tapi negara-negara besar justru terdiam seolah tak ada kekuatan. Para penguasa negeri Islam pun sibuk beretorika, hanya mengecam tanpa tindakan nyata menghentikan pembantaian ini.

Tidakkah terkoyak rasa kemanusiaan? Di mana rasa itu bagi para pemimpin dunia? Tidakkah kebengisan Zionis penjajah mengusik nurani para pemimpin di tampuk kekuasaan?

Sungguh, ini adalah bentuk pengkhianatan yang dilakukan oleh hampir seluruh penguasa negeri Islam. Umat bisa melihatnya pada sikap simpati palsu, hanya memberi kecaman, mencukupkan dengan mengirim bantuan kemanusiaan dan menyuarakan solusi dua negara.

Berpidato dengan retorika yang indah, seolah mereka berada di pihak Palestina tapi nyata mereka bergandengan tangan dengan penjajahnya. Kebijakan yang diambil oleh mereka tidak menyentuh akar persoalan Palestina, yaitu keberadaan Zionis penjajah di tanah Palestina yang diberkahi. Bahkan solusi dua negara yang mereka tawarkan justru akan semakin mengokohkan keberadaan entitas penjajah.

Di Balik Genosida

Rasa kemanusiaan adalah fitra manusia. Namun, sistem sekuler kapitalisme yang mengagungkan materi dan manfaat, nampaknya telah mematikan rasa kemanusiaan itu. Nasionalisme yang dibangun dalam sistem ini pun telah menghalangi manusia untuk bersikap adil pada saudaranya yang berada di negeri seberang, seperti Palestina.

Hari ini, umat bisa melihat bahwa genosida yang tejadi di Palestina telah mengungkap banyak fakta penting. Pertama, kekuatan iman seorang muslim atas pertolongan dan janji Allah Swt. itu nyata adanya, rakyat Palestina telah mengajarkan pada dunia, dan kaum muslimin secara khusus, seperti apa keteguhan dan kesabaran atas ujian berat yang diderita. Mereka gigih melakukan perlawanan dan perjuangan menjaga tanah suci kaum muslimin sebab keyakinan bahwa semua itu akan dibalas surga oleh Allah Swt.

Kedua, genosida telah mengungkap kegagalan sistem politik internasional yang dibuat oleh negara Barat. Organisasi PBB yang dibanggakan akan bisa menciptakan perdamaian internasional, nyatanya tak berdaya memberantas penjajahan Zionis Yahudi.

Ini membuktikan bahwa keberadaannya hanya sebagai alat negara Barat untuk mengendalikan dunia demi kepentingan mereka. Betapa bodoh dan naifnya para penguasa negeri Islam yang masih berharap pada PBB untuk menyelesaikan permasalahan Palestina.

Ketiga, genosida ini menunjukkan bahwa Amerika, Inggris dan semua sekutunya adalah musuh umat Islam. Mereka nyata sangat setia, tidak peduli kemanusiaan dan terus mendukung penjajahan Zionis Yahudi dengan memberi dukungan politik, ekonomi dan militernya.

Maka, tidak sepatutnya negeri Islam bergantung dan menjalin hubungan diplomatis dengan negara-negara musuh, sebab itu adalah bentuk pengkhianatan. Mirisnya saat ini, para penguasa negeri kaum muslimin khususnya negara-negara Arab menjalin kerjasama dan hubungan baik dengan negera-negara musuh.

Terakhir, dengan akal sehat umat tentu bisa melihat bahwa segala bentuk serangan yang dilakukan Zionis Yahudi pada rakyat Palestina merupakan upaya genosida atau pemusnahan massal atas rakyat Palestina dan hal itu didukung oleh negara adidaya Amerika Serikat dan para sekutunya.

Solusi Hakiki Untuk Palestina

Akar permasalahan Palestina adalah penjajahan yang dilakukan oleh Zionis Yahudi terhadap tanah kaum Muslim. Masalah ini hanya bisa diselesaikan dengan mengusir dan melenyapkan penjajah dari Bumi Palestina. Syariah Islam telah mewajibkan untuk melakukan jihad fi sabilillah atas penjajahan.

Namun faktanya yang kaum muslim saat ini tidak memiliki kekuatan dan persatuan. Selain itu kekuatan yang harus dihadapi unutuk membebaskan Palestina bukan hanya entitas penjajah Yahudi, tapi juga negara adidaya Barat yang menjadi penyokongnya beserta para penguasa negeri Islam yang berkhianat.

Tentu umat membutuhkan kekuatan besar untuk melakukan pembebasan ini. Di sinilah letak pentingnya mengapa kita harus memperjuangkan kembalinya Khilafah Islamiyah. Khilafah adalah institusi politik representasi kekuatan politik Islam secara global.

Kekuatan inilah yang akan mampu menghadapi negara adidaya Barat dan mencampakkan para penguasa pengkhianat. Khilafah juga yang akan menggerakkan tentara-tentara di negeri-negeri Islam untuk membebaskan tanah Palestina yang diberkahi.

Oleh karena itu, kebutuhan akan persatuan umat Islam saat ini sangat mendesak. Sudah saatnya umat kembali menjadikan Islam sebagai pedoman hidup. Sebab hanya dengan tegaknya institusi Khilafah, umat Islam akan memiliki kekuatan politik global, memiliki Khalifah sebagai perisai yang melindungi umat, dan mengurus kehidupan umat dengan syariah Islam secara menyeluruh.

Inilah saatnya umat mengambil peran dalam perjuangan kebangkitan umat dengan Khilafah Islamiyah yang akan menerapkan Islam secara kaffah dan melaksanakan jihad untuk membebaskan Palestina dan negeri Islam lainnya dari penjajahan negara-negara Barat dan sekutunya. Wallahu’alam. (*)

 

Penulis: Jumriah, S.Pd. (Aktivis Muslimah)

 

 

***

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

error: Content is protected !!