PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Andi Winarno Resmi Jadi Pj Sekda Sulsel, Gantikan Jufri Rahman yang Purnabakti • HUT TNI ke-81, Koramil Panakkukang-Manggala Gelar Makan Gratis Bersama Warga dan UMKM • SLF Diterbitkan Konsultan, Praktik Developer Bone Diduga Tak Sesuai PP 28/2025 • Tawuran Berulang, Potret Rusaknya Sistem Kehidupan • Duga Surat MA Disabotase, Bupati Husnia Talenrang Lapor Polda Sulsel • Pembangunan Daerah Penyangga Sulawesi Selatan • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Andi Winarno Resmi Jadi Pj Sekda Sulsel, Gantikan Jufri Rahman yang Purnabakti • HUT TNI ke-81, Koramil Panakkukang-Manggala Gelar Makan Gratis Bersama Warga dan UMKM • SLF Diterbitkan Konsultan, Praktik Developer Bone Diduga Tak Sesuai PP 28/2025 • Tawuran Berulang, Potret Rusaknya Sistem Kehidupan • Duga Surat MA Disabotase, Bupati Husnia Talenrang Lapor Polda Sulsel • Pembangunan Daerah Penyangga Sulawesi Selatan •
Opini

Grebeg Gen Z: Upaya KPU Sulsel Tingkatkan Partisipasi Politik Pemuda di Pilkada 2024, Efektifkah?

594
×

Grebeg Gen Z: Upaya KPU Sulsel Tingkatkan Partisipasi Politik Pemuda di Pilkada 2024, Efektifkah?

Sebarkan artikel ini
Grebeg Gen Z: Upaya KPU Sulsel Tingkatkan Partisipasi Politik Pemuda di Pilkada 2024, Efektifkah?
Reskidayanti (Penulis)

OPINI—Pentingnya peningkatan partisipasi pemilih tahun 2024 mendatang, terutama dari kalangan generasi muda, membuat KPU Sulsel merencanakan strategi untuk bisa menggaet mereka dalam Pilkada nanti.

Salah satunya program pendidikan berkelanjutan dan terintegrasi yang diberi nama Grebeg. Tujuan dari program ini sebagai ajang untuk merangkul Gen Z supaya lebih sadar dan mau terlibat dalam proses demokrasi, sekaligus mengatasi sikap apatis politik yang kerap ditemui di kalangan anak muda sekarang.

Terjebak Politik Demokrasi

Meskipun KPU telah berupaya merangkul generasi muda dengan program tersebut, yang menjadi tantangan utamanya adalah kebanyakan Gen Z skeptis terhadap politik. Karena sering menyaksikan hasil pemilu yang tidak memberikan dampak positif langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.

Banyak juga diantara mereka yang tidak melihat keterlibatan politik, khususnya dalam demokrasi, sebagai sesuatu yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Pemilu hanya sekedar rutinitas politik yang didominasi oleh janji-janji kosong tanpa perubahan yang berarti. Adapun skandal korupsi dan ketidakmampuan politikus dalam menegakkan keadilan semakin membuat mereka lebih apatis menanggapi kondisi yang terjadi.

Seharusnya ini menjadi cermin bagi penyelenggara negara untuk melakukan introspeksi. Menyuguhkan realitas buruk hasil pemilu yang selalu gagal mensejahterakan rakyat, terus saja mengulang seperti itu dengan kenyataan yang jauh dari harapan, tak ada ketentraman dan rasa adil.

Proses demokrasi yang katanya mempromosikan keterbukaan dan keadilan, malah terlihat dikendalikan oleh elit politik dan ekonomi yang memiliki pengaruh yang besar dalam menentukan arah kebijakan.

Kampanye politik yang didanai oleh perusahaan besar, misalnya, membuat banyak anak muda merasa bahwa suara mereka tidak benar-benar diperhitungkan. Kekuasaan lebih condong kepada pihak-pihak yang memiliki sumber daya finansial, sementara kepentingan masyarakat, terutama kaum muda cenderung terabaikan.

Pendidikan pemilih yang dijalankan secara berkelanjutan memang dapat memberikan wawasan tentang pentingnya berpartisipasi dalam pemilu. Namun, jika fokus pendidikan hanya pada aspek teknis pemilu, tanpa menyentuh aspek moral dan tanggung jawab sosial yang lebih dalam, upaya ini kemungkinan tidak akan cukup untuk menggugah kesadaran politik Gen Z.

Mereka memerlukan lebih dari sekadar pemahaman tentang cara memberikan suara, mereka butuh pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana politik seharusnya berfungsi untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan.

Butuh Pendidikan Politik Islam

Untuk benar-benar melibatkan Gen Z dalam politik, pendidikan pemilih perlu diselaraskan dengan pendidikan politik yang lebih fundamental.

Dalam hal ini, pendekatan yang lebih mendalam melalui pendidikan politik Islam bisa menjadi solusi alternatif. Islam mengajarkan bahwa politik adalah bagian dari ibadah, di mana setiap individu bertanggung jawab untuk berkontribusi pada kemaslahatan umat dan menegakkan keadilan.

Penting untuk menekankan bahwa penerapan ajaran Islam harus secara kaffah (menyeluruh) dalam segala aspek kehidupan, baik individu maupun masyarakat. Pendidikan politik berbasis Islam tidak hanya mengajarkan tentang proses pemilu, tetapi juga nilai-nilai moral dan sosial yang seharusnya menjadi landasan tindakan politik.

Dengan memperkenalkan konsep-konsep seperti syura (musyawarah) dan keadilan sosial dalam Islam, pendidikan politik ini dapat memberikan perspektif yang lebih bermakna kepada Gen Z.

Mereka akan melihat bahwa politik bukan sekadar alat untuk merebut kekuasaan, tetapi sarana untuk menegakkan kebaikan, melindungi hak-hak rakyat, dan menciptakan kesejahteraan yang adil.

Dalam sistem Islam, pemimpin diangkat berdasarkan kompetensi dan akhlak, bukan sekadar popularitas atau kepentingan politik. Ini akan memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada masyarakat dan membawa manfaat yang nyata.

Namun, semua ini hanya dapat terealisasi bila diterapkan dalam institusi Khilafah yang menjalankan syariat Islam secara menyeluruh. Dalam institusi Khilafah, kepemimpinan dan kebijakan diambil dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan mengedepankan keadilan.

Penerapan sistem Khilafah akan memastikan bahwa nilai-nilai Islam diintegrasikan dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk politik, ekonomi, dan sosial. Mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara menyeluruh dalam pendidikan mereka. Ini akan menciptakan kesadaran bahwa keterlibatan dalam politik adalah bagian dari tanggung jawab individu dan kolektif sebagai bagian dari masyarakat.

Ketika generasi muda memahami bahwa Islam mengajarkan mereka untuk aktif terlibat dalam proses yang membawa kemaslahatan, mereka akan lebih tergerak untuk berpartisipasi secara aktif dan penuh kesadaran dalam politik. Karena Gen Z akan melihat bahwa keterlibatan mereka dalam politik adalah bagian dari tanggung jawab mereka sebagai individu yang peduli pada masa depan masyarakat dan bangsanya.

Penerapan ajaran Islam yang kaffah dalam kehidupan sehari-hari, melalui institusi Khilafah, juga akan membantu mereka menjadi pemimpin yang adil dan bertanggung jawab, yang akan membawa perubahan positif di masyarakat. (*)

 

Penulis: Reskidayanti

 

 

***

 

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com