Beranda » Sulsel » Gubernur Apresiasi Logo Baru Pariwisata Sulsel
Gubernur Apresiasi Logo Baru Pariwisata Sulsel
Sulsel

Gubernur Apresiasi Logo Baru Pariwisata Sulsel

MAKASSAR — Rebranding Identitas Pariwisata Sulawesi Selatan menjadi prioritas Program Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah (NA), sebagai titik balik kebangkitan dari pembangunan citra Pariwisata Sulawesi Selatan selama ini.

Program Rebranding dilakukan dengan menyelenggarakan Lokarancang dengan tujuan memberikan citra baru yang positif terhadap pariwisata Sulawesi Selatan. Dan masyarakat turut dilibatkan dalam pembuatan logo melalui sayembara.

Jum’at (4/1), pemenang sayembara Rahmat Zulfikar, melakukan presentasi kepada Gubernur Sulsel di Ruang Kerja Gubernur.

Logo sendiri mengambarkan poin penting adalah, sebuah “penyambutan” untuk memberikan penghormatan bagi siapapun yang datang berkunjung ke sebuah daerah, dalam hal ini kaitan antara tuan rumah dan tamu. Pengabungan dari simbol tari kipas, sulappa appa dan huruf lontara. Dengan warna hitam, orange dan merah.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengapresiasi karya pemenang.

“Luar biasa,” kata yang diucapan NA usai Rahmat Zulfikar melakukan presentase.

“Kita apresiasi anak muda menciptakan logo baru pariwisata Sulsel. Saya kira, nuansanya bagus sekali, tentu setelah dilakukan sayembara dan memilih dari berbagai desain inilah yang terbaik. dan tugas kita bagaimana mensosialisasikan logo baru ini,” lanjut Nurdin Abdullah.

NA menyebutkan penggantian logo lama karena memang dibutuhkan inovasi baru. Apalagi yang menciptakan dari kalangan masyarakat Sulsel sendiri.

“Kita juga kan butuh inovasi dan ini bukan ciptaan kita, ini adalah hasil sayembara, sebenarnya kalau sayembaranya tidak ada yang berkenan, kita balik ke logo yang lama. Tetapi ada yang bagus,” sebutnya.

Logo ini dalam waktu dekat akan dilauching, tetapi langkah pertama adalah disosialisasikan terlebih dulu dan melihat respon masyarakat.

Sementara itu, Rahmat Zukfikar berharap logo ini menjadi harapan baru bagi pariwisata Sulsel dan pengaplikasian logo ini tepat sasaran.

“Saya harap paling tidak pengamplikasiannya tepat sasaran dan bijak menggunakan desain tersebut. Terus kemudian bisa menjadi harapan baru buat destinasi pariwisata di Sulsel,” harapanya.

Ide muncul yang pertama muncul dibenaknya saat membuat desain adalah tentang hospitality atau keramahan.

“Pertama lebih ke hospitality-nya, artian kalau kita ngomong pariwisata luas banget. Cuman jajaran terdepat ada sambutan dan pelayanan itu yang paling penting, baru kemudian kita menyodorkan konten. Saya mendesain ini sangat fokus ke situ, sehingga ke depannya bisa menjadi citra yang baik. Percuma kita punya konten yang baik tetapi pelayanan yang buruk,” jelasnya.

Adapun konsep dan makna logo yang dibuat dijelaskan oleh Rahmat. Bahwa, Sulawesi Selatan sebagai sebuah Provinsi menjadi sangat kompleks dengan topografi daerahnya yang komplit. Terdiri dari pegunungan, lembah hingga pesisir pantai yang menakjubkan serta keindahan bawah laut yang menarik untuk di selami.

Anugrah alam tersebut menjadi lebih kompleks karena dihuni oleh empat suku besar dengan kebudayaan yang kuat dan autentik. Sehingga menjadikan Sulawesi Selatan sebagai sebuah provinsi
dengan destinasi wisata yang beragam, unik dan berkarakter.

Berbicara Pariwisata tidak lepas dari pembahasan terkait Hospitality, dimana aspek yang terkait di dalamnya luas dan beragam. Namun hal pertama yang menjadi poin penting adalah, sebuah “Penyambutan” untuk memberikan penghormatan bagi siapapun yang datang berkunjung ke sebuah daerah, dalam hal ini kaitan antara tuan rumah dan tamu. Kemudian barulah setelah itu menyodorkan susunan konten yang menarik untuk tamu yang datang.

Sehingga Pengunjung atau tamu dalam hal ini, bisa menikmati proses demi proses konten yang di suguhkan kepadanya.

Dibanyak acara seremonial nasional, Sulawesi Selatan selalu diwakilkan dengan Tari Kipas Pakarena. Tarian ini dianggap penting sebagai sebuah penyambutan serta pemberian rasa hormat, dengan bahasa estetik khas masyarakat Sulawesi Selatan yang memiliki kekuatan makna santun serta penyampaian sambutan hangat dari lubuk hati yang dalam.

Sulappa Appa sebagai sebuah manifestasi kebudayaan yang merangkum suluruh aspek kosmologi masyarakat
Sulawesi Selatan, menjadi sangat penting sebagai sebuah symbol kekayaan intelektual serta keberagaman kultur yang menyatu dalam harmoni kebersamaan.

Sulappa Appa juga merupakan titik awal dari Kosmologi Spiritual masyarakat sulsel dalam membentuk peradaban kulturalnya hingga saat ini. Sehingga Aspek ini menjadi sangat penting sebagai cerminan keteguhan karakter masyarakat Sulawesi Selatan dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya pembahasan terkait pariwisata tidak lepas dari destinasi wisata yang memberikan experience lebih. Sudah sebuah keharusan bagi destinasi wisata dalam memberikan experience yang lebih bagi pengunjungnya. Namun Sulawesi Selatan harus mengembangkan destinasinya ke level yang lebih tinggi. Dimana experience tidak menjadi akhir tujuan.

Pariwisata sulsel harus masuk ke level “keakraban” yang lebih dalam bagi pengunjungnya. Sehingga dalam interaksinya, pengunjung merasakan adanya sebuah “ikatan batin” yang kuat terhadap destinasi
tersebut. Dengan begitu proses pengembangan pariwisata kedepannya menjadi lebih positif berkat adanya spirit menjalin keakraban (ikatan batin) bagi siapapun yang ingin berkunjung. Alhasil pengunjung akan selalu rindu untuk kembali dan juga menjadi brand ambassador yang baik dalam menyebarkan informasi pada kerabat.

Untuk logogram. Pertama, Tari Kipas Pakarena, merupakan cerminan dari kesantunan dan kehormatan. Tarian ini selalu menjadi ekspresi penyambutan dalam seremonial kebudayaan dan menjadi symbol perayaan masyarakat Sulsel.

Bentuk menukik yang diambil dari gerakan tari kipas pakarena menjadi lambang penyambutan dan penghormatan bagi siapa saja yang datang. Bentuk ini juga menjadi spirit kreatifitas yang dinamis dalam pengembangan hospitality Pariwisata Sulawesi Selatan kedepannya.

Sementara Sulappa Appa, dalam logogram ini menjadi symbol kekayaan intelektual serta merupakan manifestasi kebudayaan Sulawesi Selatan. Senada dengan bentuknya yang memiliki empat sisi, Sulappa Appa juga menjadi symbol pemersatu empat suku besar di Sulawesi Selatan yaitu Toraja, Makassar, Bugis, dan Mandar.

Selabjutnya, bentuk Gestal, yang saling bertautan dan mengikat merupakan sebuah harapan dalam pengembangan pariwisata sulsel agar masuk kepada level keakraban dan terjalin ikatan batin bagi pengunjungnya. Secara internal bentuk ini menjadi penguat multicultural di Sulawesi Selatan.

Untuk karakter logotype (jenis logo). Bentuk huruf dibuat mengikuti karakter aksara lontar sebagai penguat statement dalam membangun impresi dibenak audience. Karakter aksara lontar menjadi sebuah bahasa rupa dari keterwakilan karakter Masyarakat
Sulawesi Selatan di tinjau dari tarikan dari setiap goresannya.

Bentuknya dibuat sedikit lebih progresif agar memberikan semangat pergerakan dalam menyongsong masa depan. Bentuk karakter ini juga menjadi penguat Identitas Brand Pariwisata Sulawesi Selatan.

Dalam hal pemilihan warna yakni terdiri dari primary color (warna utama): hitam, menjadi cerminan dari kekuatan karakter serta ketegasan dari masyarakat sulsel.
Warna orange (jingga), menggambarkan semangat serta kekayaan warisan kebudayaan yang menginspirasi. Sedangkan merah, merupakan gambaran kehormatan serta keberanian dari masyarakat Selawesi Selatan. Warna merah ini juga menjadi simbol keagungan dari masyarakat Sulsel.

Dari sekian banyak bauran warna alam yang di anugrahkan kepada Sulawesi Selatan. Tiga warna tersebut dipilih sebagai primary color karena warna-warna itu merupan pilihan dari masyarakat Sulsel. Meraka memilih warna tersebut sebagai keterwakilannya. Tidak heran warna tersebut sering digunakan dalam perayaan perayaan di Sulawesi Selatan.

Sedangkan untuk scondary color (warna sekunder): hijau, letak geografis Sulawesi Selatan yang unik menjadikannya subur dan adem. Warna hijau menjadi cerminan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan.

Biru dan ungu, sebagai provinsi yang dikelilingi dengan garis pantai Sulawesi Selatan di anugrahi jejeran pantai yang eksotis. Warna ini menjadi cerminan kekayaan pantai dan bawah laut yang melimpah serta rasa kepercayaan yang kuat dari masyarakatnya.

Sementara itu, warna cokelat, Sulawesi terkenal dengan wisata kulinernya yang kaya akan rempah-rempah. Warna ini mewakili sifat keuletan serta semangat kerja keras dari masyarakat Sulsel.

Dan warna bu-abu, warna ini menjadi cerminan dari cluster geografis Sulawesi selatan yang beragam. Secondary Color merupakan rangkuman warna dari seluruh kekayaan asset geografis Sulawesi Selatan. [*/UDN]