Gubernur Sulsel Pastikan Pulau Lantigiang Tidak Dijual
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah meninjau pulau Lantigiang Kepulauan Selayar menggunakan Helikopter bersama Bupati Selayar Muhammad Basli Ali, pada hari Rabu, 3 Februari 2021.

MAKASSAR—Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah menegaskan tidak akan mungkin pulau Lantigiang di kabupaten Selayar dijual kepada siapapun karena merupakan Kawasan Taman Nasional Takabonerate.

Hal ini disampaikan Gubernur Sulsel usai meninjau pulau Lantigiang menggunakan Helikopter bersama Bupati Selayar
Muhammad Basli Ali, Rabu, 3/1.

Gubernur provinsi Sulsel mengaku
Pulau ini secara administrasi berada di wilayah Desa Jinato. Dengan luas sekitar 5,6 Hektar dan merupakan Kawasan Taman Nasional Takabonerate.

“Jadi, saya kira pulaunya sendiri, saya kira tidak akan mungkin untuk dibeli oleh siapapun. Karena sudah menjadi kawasan nasional,” ungkapnya.

Nurdin Abdullah menyampaikan, pulau ini telah kembali secara utuh dan sekarang dalam proses hukum.

“Saya kira soal pulau kita, insyaallah itu tidak akan mungkin bisa diperjual-belikan. Dan kepada seluruh masyarakat, saya berharap Taman Nasional Takabonerate ini adalah kawasan strategis yang tentu kita lindungi,” sebutnya.

Gubernur sulsel juga Mengaku Bupati Selayar telah mengambil langkah-langkah dan sekarang kasusnya ditangani pihak kepolisian. Transaksi awal yang dilakukan adalah dengan panjar Rp10 juta dari dugaan penjualan pulau seharga Rp900 juta.

“Pulaunya sendiri tidak jadi (dijual). Karena memang baru panjar Rp10 juta. Dan tidak akan mungkin ada aparatur pemerintah yang bisa membuat transaksi itu,” ucapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan warga masyarakat Selayar menikah dengan orang Jerman. Kemudian mencoba melakukan negosiasi pembelian dengan kepala desa.

“Jadi warga masyarakat Selayar menikah dengan orang Jerman. Kemudian mencoba melakukan negosiasi pembelian dengan kepala desa,” tuturnya.

Gubernur Sulsel Pastikan Pulau Lantigiang Tidak Dijual
Pulau Lantigiang Kepulauan Selayar

Orang Nomor Satu di Sulsel ini menambahkan, Pulau Lantigiang masih alami dan membantah dimiliki oleh warga yang mengklaim memiliki pulau tersebut. Warga mengklaim lahan dengan dasar telah menanam pohon kelapa di sana.

“Tadi mengecek itu masih alami, tidak ada sentuhan-sentuhan manusia. Kalau ada yang mengatakan mereka turun temurun, (punya) kelapa dan sebagainya, itu tidak ada,” tambahnya.

Pada peninjauan itu, Gubernur Sulsel juga melakukan kunjungan ke Pulau Kayuadi untuk melihat rencana pembangunan air port. Sebagai infrastruktur pendukung pariwisata.

“Kami juga mengunjungi Kayuadi untuk melihat rencana pembangunan air port karena memang terdapat atol terbesar ketiga dunia, itu ada di Taka Bonerate. Itu akses menuju ke Taman Nasional. Ini luar biasa taman nasional kita. Saya berharap pembangunan air port yang sudah dilakukan sebelumnya, itu akan rencana kita akan melanjutkan,” tutupnya.

Diketahui, Peninjauan Gubernur Sulsel ke Pulau Lantigiang usai menerima laporan bahwa pulau yang berada di Kepulauan Selayar ini diperjual-belikan. Rencananya pulau tersebut akan dibangun resort di atas atol.

Pulau Lantigiang Kepulauan Selayar
Pulau Lantigiang Kepulauan Selayar.

Pulau seluas sekira 5,6 Ha didominasi oleh tumbuhan jenis cemara laut, santigi pasir dan ketapang. Juga menjadi tempat bertelur satwa luar dilindungi jenis penyu. (*)