MAKASSAR—PT PLN (Persero) terus mempercepat pemulihan infrastruktur kelistrikan pascabanjir di Aceh dengan kembali memberangkatkan 21 personel tim khusus Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) dari Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar).
Pemberangkatan dilakukan bertepatan dengan apel siaga Natal dan Tahun Baru 2026 di Kota Makassar, Senin (15/12/2025), sebagai bagian dari upaya mempercepat normalisasi pasokan listrik di wilayah terdampak.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan tim kloter pertama yang diberangkatkan pada Minggu (7/12/2025) telah menunjukkan hasil signifikan. Tim tersebut berhasil melakukan perbaikan jaringan dan pemancangan tiang listrik di 93 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.
Edyansyah menjelaskan, proses pemulihan dilakukan dalam kondisi yang tidak mudah. Personel PLN harus menghadapi cuaca ekstrem, medan berlumpur, serta keterbatasan akses menuju lokasi pekerjaan. Bahkan, material harus dibawa secara manual demi memastikan pekerjaan berjalan aman dan tepat sasaran.
“Tim PLN UID Sulselrabar bekerja tanpa henti meski cuaca tidak bersahabat. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh sehingga progres perbaikan dapat berjalan dengan baik,” ujar Edyansyah, Senin (15/12/2025).
Ia menegaskan komitmen PLN untuk terus mendukung pemulihan sistem kelistrikan di Aceh. Selain fokus pada perbaikan jaringan, PLN UID Sulselrabar juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa uang tunai, bahan pangan pokok, lampu darurat, hingga obat-obatan guna membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Bantuan tersebut disalurkan langsung ke sejumlah desa di Kabupaten Aceh Utara, antara lain Desa Matang Serdang di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Desa Rumoh Rauyek di Kecamatan Langkahan, serta Dusun Tanah Merah dan Dusun Bidari di Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan.
“Di tengah bencana, PLN hadir tidak hanya membawa terang listrik, tetapi juga harapan dan kepedulian bagi masyarakat,” kata Edyansyah.
Sementara itu, salah satu personel tim PDKB, Rudiansa, menyampaikan kesiapan tim yang baru diberangkatkan untuk bertugas di lapangan. Ia mengakui tantangan utama yang dihadapi adalah cuaca, medan, dan akses menuju lokasi kerja.
“Informasi dari tim kloter pertama menjadi bekal bagi kami. Meski tantangan cukup berat, hal tersebut tidak menyurutkan semangat kami untuk membantu memulihkan pasokan listrik di Aceh,” ujarnya.
Rudiansa menegaskan tim akan bekerja maksimal agar pasokan listrik di wilayah terdampak kembali andal dan segera dinikmati masyarakat. (70n/Ag4ys/4dv)














