OPINI—Tanggal 12 Agustus kembali diperingati sebagai hari nasional (harnas UMKM). Tahun 2021 ini peringatan harnas UMKM lebih istimewa dan berbeda karena dalam suasana pandemi namun lebih semarak. Berbagai pihak tahun ini turut menyemarakkan Hari Nasional UMKM dengan berbagai acara seperti webinar, deklarasi, diskusi dll secara online maupun offline. Ditingkat nasional peringatan puncak Hari UMKM Nasional dihadiri Wapres Ma’ruf Amin, Menteri Koperasi UKM dan ketua-ketua asosiasi UMKM tingkat nasional.

Peringatan Harnas UMKM diamanatkan pada Piagam Yogyakarta hasil Kongres UMKM yang digelar pada 25-26 Mei 2016. Harnas UMKM diharapkan menjadi momentum untuk mengkonsolidasikan segenap sumberdaya yang begitu besar dalam memajukan peran UMKM dalam perekonomian nasional.

Hari Nasional UMKM mengambil momentum kelahiran Bapak Bangsa Dr. Drs. H. Mohammad Hatta sebagai pejuang, negarawan, ekonom, dan juga Wapres pertama RI sebagai peletak dasar ekonomi Kerakyatan, dilahirkan pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi.

Melalui peringatan hari nasional (Harnas) UMKM menjadi pengingat bagi semua stakeholders tentang pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan UMKM menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Harnas UMKM juga menjadi sarana untuk merawat dan membesarkan semangat ekonomi kerakyatan.

Berbagai fakta tak terbantahkan terkait peran penting UMKM di tanah air. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Demikian pula dalam sejarah perekonomian bangsa Indonesia semua pihak mengakui keberadaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penopang perekonomian nasional. Saat bangsa Indonesia dilanda krisis moneter dan krisis ekonomi, terbukti para pelaku UMKM yang masih mampu bertahan menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Namun kini disaat pandemi  menjadikan UMKM sebagai sektor yang paling rentan terdampak. Hal ini tidak lepas dari jenis usaha UMKM yang sangat bergantung pada perputaran uang hasil penjualan barang dagangan sehingga terpuruk dengan adanya pembatasan-pembatasan selama pandemi.

Saat ini kita berada di era kenormalan Baru dapat diasumsikan sebagai kelanjutan dari konsep sebelumnya dalam peradaban manusia. Kalau dulu orang harus siap dan pandai-pandai menyesuaikan diri dengan segala macam digitalisasi, sekarang  harus siap hidup berdampingan dengan pandemi. Karena itu pandemi covid-19 bukan untuk meratapi nasib namun saatnya mengubah mindset, kreatif, inovatif serta berkolaborasi menyambut masa depan pasca pandemi.

Peringatan hari nasional UMKM tanggal 12 Agustus 2021 seyogyanya menjadi momentum pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk bangkit. UMKM dengan mental wirausaha yang  unggul selalu melihat ada peluang, meskipun di masa krisis.

Menghadapi pandemi, pelaku UMKM dituntut untuk melakukan perubahan cara berfikir dan sikap mental. Pandemi Covid 19 juga menuntut pelaku UMKM membekali diri dengan skill dan inovasi baru, mengganti rutinitas yang biasa saja, menuju rutinitas yang luar biasa. Yang tidak kalah pentingnya menyiapkan langkah-langkah keberlanjutan usaha.

Saat pandemi sebagian besar pelaku usaha UMKM berupaya bertahan dengan melakukan sejumlah strategi. Strategi yang ditempuh antara lain melakukan prioritas usaha dengan fokus pada bisnis inti, melakukan perubahan layanan dari offline ke online, melakukan pivoting atau pengembangan model bisnis dengan tetap fokus pada tujuan bisnis bahkan sebagian besar pelaku UMKM untuk sementara mengganti model bisnisnya agar bisa survive.

Di tengah pandemi UMKM harus tetap bangkit dan berdaya dengan kolaborasi multipihak, dengan menggelorakan Gerakan UMKM Naik Kelas melalui strategi 3-Go : Go Modern, Go Digital dan Go Global. Go Modern lebih pada penguatan jiwa wirausaha, perbaikan standar, legalitas, sampai dengan manajemen pengelolaan usaha yang profesional.

Pada tahap Go Digital berfokus pada pengembangan usaha dalam terhubung dengan dunia digital, pembiasaan pemakaian teknologi informatika, serta menyesuaikan pemanfaatan digital dalam meningkatkan produktifitas, efisiensi, dan efektivitas usaha.

Saat pengusaha UMKM telah dikelola secara profesional dengan standar yang terjaga dan mampu menerapkan digitalisasi dalam usahanya maka pada even Go Global harus lebih ditekankan pada kemampuan melihat peluang pasar dunia, mulai dari kebutuhan dan standar pasar dunia, organisasi pasar dunia, sampai diperlihatkan daya saing produk UMKM di dunia.

Dengan tema hari nasional UMKM 2021 “UMKM Kuat, Bangsa Berdaulat” mari kita perkuat kolaborasi Pentahelix UMKM (pemerintah, akademisi, korporasi, UMKM, dan pendamping) dengan bergotong royong, UMKM Indonesia akan mampu melewati  masa-masa sulit sebagai dampak pandemi Covid-19 ini.  (*)

Penulis: Bahrul ulum Ilham (Wakil Ketua APINDO Sulsel Bidang UMKM)
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.