MAROS – Muhammad Hidayatullah (18 tahun) remaja yang baru saja tamat SMA ini, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di belakang rumahnya, di Jl AP Pettarani kelurahan Taroada, Turikale, Maros, Kamis petang 27 Juli 2017.
Dugaan sementara, berdasarkan keterangan beberapa sumber di rumah duka, korban gantung diri karena persoalan asmara.
Juga dikabarkan, sebelum gantung diri, korban yang merupakan anak dari Kepala Dinas Pendidikan Kab. Maros, Arifuddin Wahab ini, sempat melakukan video call dengan pacarnya, Apriani (19 tahun) warga BTN Nusa Idaman Maccopa Maros.
“Saat video call sedang berlangsung, korban lalu memperlihatkan dirinya, di leher korban sudah terpasang rantai besi, lalu korban berkata ‘mauka bunuh diri‘ lalu tiba-tiba percakapan terputus,” terang Bripka Mulyadi, saat dihubungi via WA, Jumat (28/7/2017)
Apriani lalu menelpon berulang kali hp korban, namun tak dijawab. Ia kemudian mendatangi rumah korban dan menemukan korban meninggal dalam keadaan leher tergantung.
“Apriani kemudian memanggil saudara korban untuk membantu menurunkan korban dari tali gantungan,” jelasnya.
Keluarga korban sempat membawa ke RSUD Salewangang Maros, namun pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban sudah meninggal. Kemudian korban dibawa oleh keluarga kembali ke rumah.
Sedangkan pacar korban, Apriani diamankan di Mapolres Maros guna proses penyidikan. (aks/shar)













