PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi SampahPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi Sampah
News

Hina Pancasila, TNI Sudah Maafkan Australia

645
×

Hina Pancasila, TNI Sudah Maafkan Australia

Sebarkan artikel ini

MEDIASULSEL.com,- Terkait penghinaan Militer Australia terhadap Pancasila beberapa waktu lalu,  TNI telah menerima permintaan maaf dari kepala angkatan darat Australia atas kejadian tersebut.

Sebuah pernyataan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dirilis Rabu malam (8/2) setelah kepala angkatan darat Australia Letjen Angus Campbell bertemu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan, Pasukan Pertahanan Australia akan menjatuhkan sanksi terhadap personel yang terlibat dalam insiden tersebut. Pernyataan itu mengutip Campbell yang mengatakan sanksi itu akan mempengaruhi karir-karir mereka yang terkena.

Panglima menyatakan putusnya hubungan militer setelah seorang pejabat TNI menemukan bahan pelatihan yang “menghina” saat sedang mengambil kursus bahasa di Australia akhir tahun lalu.

Gatot mengatakan materi tersebut “mendiskreditkan TNI, bangsa Indonesia dan bahkan ideologi Indonesia,” mengacu kepada materi terkait Timor Leste dan “Papua yang memerlukan kemerdekaan”, serta cemoohan terhadap Pancasila.

Mengacu kepada insiden tersebut, Gatot mengatakan dalam pernyataan bahwa rakyat Indonesia telah mati membela Pancasila. “Terutama tentara. Ini sangat sensitif dan melukai kita,” ujarnya. (voa)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com