PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih Menganggur
Inspirasi Sulsel

In memoriam: Usdar Menulis hingga Akhir Hayat

1733
×

In memoriam: Usdar Menulis hingga Akhir Hayat

Sebarkan artikel ini
In memoriam: Usdar Menulis hingga Akhir Hayat
Andi Pasamangi Wawo, Penasihat PWI Sulsel saat bersama mendiang Usdar Nawawi.

MEDIASULSEL.COM—Saya lagi melayani nanda “Akkir”, Ketua Pemuda Pancasila ditemani anggotanya, Otong dan Sahril yang juga seorang staf di Kecamatan Manggala Makassar di Pendopoku.

Dicelah pembicaraan, HP Sahril berdering. Saya dengar suara wanita sepintas, ada kabar duka sekalipun tak di speaker. Maklum telinga Wartawan.

Rasa ingin tahu, ketika hp terputus saya sergah tanya: “Siapa yang meninggal, nak”.

“Suaminya ibu Putrietna, Pensiunan ASN Kantor Camat, pak”, jawabnya.

Kaget karena yang dimaksud itu, sahabat seperjuangan dan seprofesi saya Usdar Nawawi owner Bugis Pos yang saat ini sebagai Wakil Ketua PWI Sulsel Bidang Hukum dan Pembelaan Wartawan.

“Tolong telepon ulang dan speaker, pastikan tak salah dengar”, pinta saya ke Sahril.

Ketika ada jawaban dari balik telepon, bagai melayang rasanya. Innalillahi Wainnailaihi Rajiun.

Teringat Jumat lalu, saya berdampingan duduk di Mesjid Al Amaan Polsek Manggala. Dia datang penuhi ajakan saya lewat WA.

Tak banyak yang sempat saya cerita karena dia buru-buru pulang, sambil membawa bingkisan “Jumat berkah” nya.

Itu pertemuan terakhir saya, sekalipun hanya tetangga Blok saja.

Otong, saya minta segera pergi membantu persiapan kedatangan jenazah di rumah duka dari RS Hermina.

9 jam lalu almarhum masih posting tulisannya di FB tentang seorang Hakim Agung yang “Mappakasiri” dicokok KPK. Empat hari berturut, postingannya aktif, termasuk Terobosan Walikota DP tentang Ojol yang dinilainya sebagai “dua sisi mata uang”. Karena, ojol panen, tapi tukang parkir harus libur tiap Selasa di seluruh kantor Pemerintah Kota Makassar.

* * *

Tak ada info dia sakit. Namun memang saudara saya ini, jarang serius hadapi penyakit. Masker di saat pendemi Covid saja, kadang masih mau ngopi bareng lepas masker sambil merokok. Ngobrol jalan, tapi menulis tetap produktif.

* * *

Tahun lalu, almarhum menerbitkan kumpulan kumpulan tulisannya. Ia minta saya buat testimoni lewat WAnya

Saya menulis begini:

“Membaca buku Esai Usdar Nawawi ini, kita diajak merenung tentang rekaman momentum peristiwa di masa-masa lalu.

Esai-esainya menggelitik, bercerita tentang pemerintahan, hukum, budaya, dan sosial kemasyarakatan. Semua ditulis dengan apik, enjoy, dan menginspirasi. Kadang juga meledak-ledak.

Usdar Nawawi menulis esainya ini dari waktu ke waktu, dari suasana ke suasana berikutnya. Mencerminkan, kepekaannya dalam melihat momentum peristiwa yang patut direkam dalam esai.

Kesimpulan saya, Usdar Nawawi telah menjadi Wartawan yang yang tak pernah capek menulis. Dia pantas disebut Esai yang pantang istirahat untuk menulis.

Dia menemukan jati dirinya sebagai penulis esai yang konsisten pada prinsip, bahwa menulis sepanjang hayat adalah pilihan”.

***

Selamat jalan, sahabatku. Engkau buktikan berkarya hingga hayat dikandung badan.

Hanya Alfatihah yang mampu saya persembahkan diiringi tetes air mata yang ‘melangkah langkah’ di pelupuk.

Sungguh banyak cerita tentang kita berdua.
Semoga pulaslah tidurmu di keharibaan-NYA saudaraku. Aamiin ya rabbal alamin. (*)

 

Penulis: Andi Pasamangi Wawo (Penasihat PWI Sulsel)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com