Advertisement - Scroll ke atas
Gowa

Jamaah Annadzir Gowa Tetapkan Iduladha 1446 H Jatuh pada 5 Juni 2025

788
×

Jamaah Annadzir Gowa Tetapkan Iduladha 1446 H Jatuh pada 5 Juni 2025

Sebarkan artikel ini
Jamaah Annadzir Gowa Tetapkan Idul Adha 1446 H Jatuh pada 5 Juni 2025
Jamaah An Nadzir merayakan Idul Adha lebih awal setelah menetapkan 10 Zulhijah 1445 H jatuh pada Minggu (16/6/2024) sementara pemerintah menetapkan Idul Adha 2024 jatuh pada Senin (17/6/2024). (Foto: Courtesy)

GOWA—Jamaah Annadzir Gowa resmi menetapkan pelaksanaan Hari Raya Iduladha 10 Dzulhijjah 1446 Hijriah pada Kamis, 5 Juni 2025. Penetapan ini berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan bulan (hisab dan rukyat) yang dilakukan secara mandiri oleh internal jamaah, sebagaimana disampaikan oleh Pimpinan Jamaah Annadzir, Ustadz M. Samiruddin Pademmui.

Dalam keterangan resminya, Selasa (27/5/2025), Jamaah Annadzir menjelaskan bahwa metode penetapan awal bulan hijriah dilakukan berdasarkan pedoman yang diajarkan para guru mereka, termasuk KH Syamsuri Abdul Madjid dan Ustadz Rangka Hanong Daey Kiyo.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Penetapan bulan kami dasarkan pada pengamatan tiga purnama di pertengahan bulan, yakni tanggal 14, 15, dan 16, serta pergerakan bulan pada tanggal 27, 28, dan 29 bulan berjalan,” jelas Ustadz Samiruddin.

Menurut hasil pengamatan, tiga purnama Dzulqaidah 1446 H jatuh pada 11, 12, dan 13 Mei 2025. Selanjutnya, pengamatan bulan tua dilakukan pada 24–26 Mei 2025. Pada Selasa, 27 Mei 2025, bulan tercatat masih lebih dulu terbit dibanding matahari, yang menandakan akhir bulan Dzulqaidah. Di hari yang sama, terjadi ijtima (konjungsi) sekitar pukul 11.05 WITA, yang menjadi penanda awal bulan Dzulhijjah.

Dari hasil tersebut, Jamaah Annadzir menetapkan bahwa Hari Arafah (9 Dzulhijjah) jatuh pada Rabu, 4 Juni 2025, dan Idul Adha (10 Dzulhijjah) pada Kamis, 5 Juni 2025. Jamaah juga akan melaksanakan puasa sunnah Arafah sehari sebelumnya.

Menariknya, Jamaah Annadzir juga memadukan metode tradisional dengan teknologi modern. Mereka menggunakan aplikasi seperti Luna SolCal dan Sun Position Demo sebagai alat bantu dalam mengkroscek akurasi waktu terbit dan tenggelamnya bulan.

“Meski sulit dilihat dengan kasat mata, tanda-tanda alam seperti pasang puncak air laut, serta posisi terbit dan tenggelam bulan, menjadi bagian penting dalam analisa kami,” tambahnya.

Jamaah Annadzir sebelumnya juga melaksanakan Idul Fitri lebih awal, yakni pada 30 Maret 2025, dan terus melakukan pemantauan bulan secara rutin.

“Semoga setiap ikhtiar ini mendapat ridho dan bimbingan dari Allah SWT,” tutup Ustadz Samiruddin. (Ag4ys)

error: Content is protected !!