Kadiskop Sulsel: Penyaluran KUR di Sulsel Terus Meningkat

0
8

MAKASSAR – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Sulawesi Selatan mencatat realisasi penyaluran Kredit Untuk Rakyat (KUR) hingga September 2019 mencapai Rp6,73 triliun. Melampaui dari target yang telah ditetapkan yakni Rp6,63 triliun atau sudah mencapai 101,50 persen.

Juga angka tersebut meningkat dari tiga tahun sebelumnya. 2018 realisasi KUR di Sulsel mencapai Rp6,57 triliun atau 121,9% dari target Rp5,4 triliun. Sementara pada tahun 2017 realisasi KUR mencapai Rp5,07 triliun atau 90,7% dari target Rp5,59 triliun. Serta pada tahun 2016 realisasi KUR mencapai Rp4,65 triliun atau 93,3% dari target Rp4,98 triliun.

Adapun realisasi penyaluran KUR terbesar di Sulsel terdapat pada lima wilayah 2019 yakni Kota Makassar dengan debitur sebesar 23. 826 penyaluran KUR sebesar Rp712,32 miliar.

Kedua berada di Kabupaten Bone dengan jumlah debitur mencapai 23.388. Jumlah penyaluran sebesar Rp659,54 miliar. Kabupaten Wajo, debitur mencapai 17.551, penyaluran mencapai Rp489,54 miliar.

Sedangkan Kabupaten Pinrang dengan debitur mencapai 18.996 debitur penyaluran sebesar Rp489,54 miliar dan yang terakhir adalah Kabupaten Sidrap dengan debitur mencapai 12,299, penyaluran sebesar Rp472, 32 miliar.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Abd Malik Faisal, menyebutkan realisasi KUR di Sulsel terus mengalami peningkatan. Ia mengaku peningkatan tersebut seiring dengan jumlah UKM di Sulsel hingga 2019 mencapai 273 ribu yang tersebar di seluruh Wilayah di Sulsel.

“Penyaluran KUR di Sulsel sudah melampaui dari target yang telah ditentukan yakni sudah diatas 100 persen. Dengan melihat jumlah UKM sebanyak 273 ribu, KUR yang sudah terealisasi saat ini betul-betul luar biasa,” ujar Malik sapaanya baru-baru ini.

Penyaluran KUR ke UKM sangat berpengaruh terhadap geliat perekonomian Sulsel yang tumbuh diatas 7 persen. Hal ini tidak menutup kemungkinan dipengaruhi dari UKM yang ada di Sulsel.

“Geliat ekonomi domestik luar biasa, semua masuk kelompok kecil pastilah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi kita khususnya ekonomi domestik sangat menunjang dimana pertumbuhan ekonomi kita di Sulsel 7,21 persen,” ungkap Malik.

Lebih jauh Malik mengatakan bahwa dari 271 ribu UKM di Sulsel telah mendapat fasilitas dari KUR. Pemerintah Sulsel melalui Diskop dan UKM bersama dengan pihak terkait utamanya OJK terus melakukan pengidentifikasian terhadap UKM untuk menghindari adanya pelaku UKM yang mengalami kredit macet.

Kata dia, dengan memberikan pendampingan “pendamping ini kita lakukan untuk menghindari kredit macet, jangan sampai mereka dapat KUR tidak digunakan sebagai mestinya. Karena KUR ini dikembalikan meskipun bunganya rendah tapi ketika kualitasnya tidak baik itu bisa terjadi NPL atau kredit macet,” ucapnya.

Kemudian Malik mengatakan penyaluran KUR secara nasional terus mengalami peningkatan. Kata dia, pada tahun 2020 mendatang Pemerintah Pusat menyiapkan KUR sebesar Rp190 triliun.

Malik mengatakan dari jumlah KUR yang disediakan Pemerintah Pusat. Pemprov Sulsel bersama pihak perbankan ditarget merealisasikan KUR sebesar Rp9 triliun untuk tahun 2020 mendatang.

“Kita berharap target realisasi Rp 9 triliun KUR di Sulawesi Selatan bisa dilakukan mengingat Sulsel setiap tahun realisasi KUR paling tinggi dan selalu melampaui target, dan itu terbukti hingga September realisasi KUR kita sudah melampaui target dari yang telah ditetapkan sudah diatas 100 persen,” tandasnya.

Tingginya serapan KUR di Sulsel, sambung Malik dipengaruhi oleh dua faktor kebutuhan UKM itu sendiri dan adanya kebijakan dari Perbankan bahwa penyaluran KUR kepada UKM tidak lagi menggunakan jaminan.

“Ada dua hal yang menyebabkan tingginya serapan yakni kebutuhan UKM itu sendiri, dan keberhasilan para lembaga penyalur dan menyentuh, kemarin itu persyaratan agak berat sekarang agak diperlonggar bahkan ada KUR untuk UKM tidak memakai jaminan,” tutupnya. [*]