MAKASSAR—Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Makassar Fahyuddin Yusuf berharap melalui pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) II dapat melahirkan ide, pandangan, dan solusi terbaik untuk menyusun perwali insentif dan disinsentif yang dapat memberikan dorongan positif bagi pengembangan Kota Makassar.
Hal itu disampaikan Fahyuddin dalam sambutannya saat membuka FGD II yang melibatkan instansi Pemkot Makassar, perusahaan properti dan tokoh masyarakat untuk membahas penyusunan Perwali Insentif dan disintensif pemanfaatan dan pengendalian ruang Kota Makassar di Hotel Horison Ultima, Kamis (16/11/2023).
Menurut Fahyuddin Perwali insentif dan disinsentif menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam upaya menciptakan tata ruang kota yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Terlebih saat ini, Kota Makassar sedang menghadapi berbagai tantangan yong kompleks, termasuk pertumbuhan penduduk yang pesat, perubahan pola penggunaan lahan, serta kebutuhan akan pelayanan dan fasilitas kota yang berkualitas.
“Melalui forum ini, kita bersama-sama akan menggali ide, pandangan, dan solusi terbaik untuk menyusun perwali insentif dan disinsentif yang dapat memberikan dorongan positif bagi pengembangan Kota Makassar, sehingga pada saat yang sama, akan terwujud keseimbangan kepentingan masyarakat, pengusaha, dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan yang diikuti 103 peserta ini menghadirkan narasumber Kepala Bidang Pemanfaatan Ruang Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta, Merry Morfosa; Pj. Walikota Makassar tahun 2020 sekaligus Akademisi, Prof Yusran Yusuf; Tim Penyusun Insentif dan Disintensif Pemanfaatan dan Pengendalian Ruang Kota Makassar TA 2023; dan Rudy Latif. (*/4dv)













