SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) terus mendorong peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Kali ini, melalui Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat), mahasiswa mengedukasi warga Kelurahan Majjelling, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), agar lebih bijak dalam mengelola obat di lingkungan keluarga.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Majjelling, Rabu (30/7/2026), bekerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Majjelling tersebut diikuti Bidan Kelurahan, seluruh kader Posyandu, serta 33 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga. Kelompok ini dinilai memiliki peran penting dalam menentukan penggunaan obat di tingkat keluarga.
Program diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai prinsip DAGUSIBU. Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi tentang cara memperoleh obat dari sarana pelayanan kefarmasian resmi, penggunaan obat sesuai indikasi dan aturan pakai, penyimpanan obat yang benar agar kualitasnya tetap terjaga, hingga tata cara membuang obat kedaluwarsa atau rusak agar tidak membahayakan kesehatan maupun mencemari lingkungan.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai klasifikasi obat, cara membaca informasi pada kemasan, serta pentingnya menghindari penggunaan obat tanpa petunjuk tenaga kesehatan. Materi tersebut disampaikan secara interaktif sehingga mendorong peserta aktif berdiskusi.
Berbagai pertanyaan muncul selama sesi berlangsung, mulai dari penggunaan antibiotik yang tepat, penyimpanan obat di rumah, penggunaan obat bebas secara rasional, hingga pengelolaan obat yang sudah tidak layak pakai.
Sebagai bentuk evaluasi, peserta kembali mengikuti post-test setelah penyuluhan. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap prinsip-prinsip DAGUSIBU, yang diharapkan mampu mendorong perilaku penggunaan obat yang lebih aman, efektif, dan bertanggung jawab.
Penanggung Jawab Program DAGUSIBU, Erina Aurel Zalzabilah, mahasiswa Jurusan Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, mengatakan peningkatan literasi masyarakat mengenai pengelolaan obat menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan pasien sekaligus mencegah terjadinya kesalahan penggunaan obat (medication error).
“Keberhasilan Program DAGUSIBU tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat semakin bijak menggunakan obat dan mampu mencegah medication error,” ujarnya.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Unhas berharap edukasi penggunaan obat secara rasional dapat terus berlanjut melalui kolaborasi tenaga kesehatan, pemerintah, kader kesehatan, dan masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu membentuk budaya penggunaan obat yang lebih aman sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Andi Dwi Alika Iswardani (Mahasiswa Ilmu Gizi Unhas)













