Andi Sudirman Sulaiman
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman ditemui awak media usai menghadiri kegiatan Forum Organisasi Perangkat Daerah Dinas PUTR Tahun Anggaran 2021 di Hotel Four Points by Sheraton Jl Andi Djemma Makassar, Rabu (3/3/2021).

MAKASSAR—Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman angkat bicara terkait penggeledahan yang dilakukan oleh Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di sejumlah titik Lingkup Pemprov Sulsel.

Penggeledahan yang dilakukan KPK sendiri, merupakan lanjutan dari kasus OTT Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah, Sabtu dini hari pekan lalu.

“Tidak ada masalah (penggeledahan itu)” ujar Andi Sudirman usai menghadiri kegiatan Forum Organisasi Perangkat Daerah Dinas PUTR Tahun Anggaran 2021 di Hotel Four Points by Sheraton Jl Andi Djemma Makassar, Rabu (3/3/2021).

Sudirman mengaku penggeledahan tersebut sudah menjadi tugas dari tim penyidik KPK. ia mengaku akan menghormati kinerja KPK yang terus berjalan saat ini.

“Kita harus menghormati kinerja KPK,” ungkapnya

Sebelumnya KPK telah melakukan penggeledahan di dua titik, yakni di Rumah pribadi Gubernur Sulsel dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel. Selasa (2/3/2021)

Selain dua tempat itu, Tim Penyidik KPK juga telah melakukan penggeledahan di 2 lokasi berbeda di Sulawesi Selatan yaitu Rumah Dinas Jabatan Gubernur Sulsel dan Rumah Dinas Jabatan Sekretaris Dinas PUTR. Pada Hari Senin (1/3/2021).

Pada hari ini pula, Rabu, (03/03/2021), Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di Kantor Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel.

Kepala Badan LPSE Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Asrul Sani membernarkan adanya aksi penggeledahan yang dilakukan oleh Tim penyidik KPK yang dimulai sejak pukuk. 10.00. terdapat 7 personil KPK yang melakukan penggeledahan di kantor tersebut.

Ia menuturkan sejumlah ruangan digeledah oleh tim KPK termasuk ruang Kepala Biro dan Ruangan Layanan LPSE.

“Oh iye betul (digeledah). Tadi sekitar jam 10-an. Dikawal sama polisi, yang diperiksa ruangan Kepala Biro dan ruangan layanan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Asrul Sani menyebutkan, bahwa terdapat sejumlah dokumen diminta oleh tim penyidik KPK. Hanya saja ia belum mengetahui jelas dokumen apa yang dimaksud.

“Saya tidak tahu persis dokumen apa karena saya di LPSE nya. Pakai rompi KPK dan pakai batik (tim KPK-nya). Cuma dua ruangan. Dokumennya saya tidak tahu,” tandasnya. (*)