PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • M. Awal Chairuddin Resmi Pimpin Polda Sulsel, Gantikan Djuhandhani • Langgar GSB, Ruko di Hertasning Disegel Pemkot Makassar • PGRI Kelara Gelar Konkercab I, Fokus Perkuat Soliditas dan Profesionalisme Guru • RUU Penyiaran Awasi Konten Digital, JMSI Sulsel Minta Jangan Ganggu Kerja Jurnalistik • 24 Persen Siswa Indonesia Alami Bullying, Potret Gagalnya Sistem Pendidikan • Polri Rombak 19 Kapolda, Irjen M. Awal Chairuddin Pimpin Sulsel • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • M. Awal Chairuddin Resmi Pimpin Polda Sulsel, Gantikan Djuhandhani • Langgar GSB, Ruko di Hertasning Disegel Pemkot Makassar • PGRI Kelara Gelar Konkercab I, Fokus Perkuat Soliditas dan Profesionalisme Guru • RUU Penyiaran Awasi Konten Digital, JMSI Sulsel Minta Jangan Ganggu Kerja Jurnalistik • 24 Persen Siswa Indonesia Alami Bullying, Potret Gagalnya Sistem Pendidikan • Polri Rombak 19 Kapolda, Irjen M. Awal Chairuddin Pimpin Sulsel •
Pilpres

Kritik Pidato Prabowo, BPN Prabowo Minta TKN Jokowi “Berkaca”

514
×

Kritik Pidato Prabowo, BPN Prabowo Minta TKN Jokowi “Berkaca”

Sebarkan artikel ini
Kritik Pidato Prabowo, BPN Prabowo Minta TKN Jokowi Berkaca
Capres nomor urut dua Prabowo Subianto didampingi Cawapres Sandiaga Uno sedang menyampaikan Pidato Kebangsaan "Indonesia Menang" di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (14/1) (Courtesy: Prabowo-Sandi Media Center)

JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saling kritik dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin terkait pidato Prabowo pada Senin (14/1/2019) malam.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean mengkritik balik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf yang menuding pidato Prabowo minim gagasan dan bertentangan dengan fakta di lapangan.

Menurut Ferdinand, pidato Prabowo berdasar pada kinerja pemerintah yang buruk. Ia mencontohkan persoalan pemutusan kerja sama antara BPJS dengan rumah sakit.

Dikatakan, pemutusan kerja sama tersebut dapat merugikan peserta BPJS yang sudah membayar iuran setiap bulan.

“Fakta yang terjadi, BPJS contohnya. Apakah Jokowi sudah membuat BPJS baik? Jokowi malah membuat BPJS hancur”

“Sekarang rumah sakit putus kerjasamanya dengan BPJS. Lantas masyarakat yang sudah membayar BPJS mau berobat kemana?”

“Harusnya sebentar lagi masyarakat menggugat presiden Jokowi class action, karena mereka sudah wanprestasi,” jelas Ferdinand Hutahaean seperti lansir VOA, Selasa (15/1/2019).

Ferdinand juga membantah pidato Prabowo bermaksud mendelegitimasi pemilu 2019 seperti yang ditudingkan TKN Jokowi.

Menurutnya, imbauan yang disampaikan Prabowo agar TNI, Polri dan intelijen menjaga netralitas dalam pemilihan presiden merupakan hal wajar.

“Tidak ada tuduhan yang negatif, kalau menyampaikan kritik supaya netral, ya wajar. Karena semua lembaga negara tampak berpihak kepada Jokowi karena sedang menjabat presiden”

“Kita ingatkan semuanya supaya netral, tidak berpolitik. Karena lembaga negara itu harusnya loyalitasnya kepada negara, bukan kepada presiden. Kemudian kehadiran Kepala BIN di acara PDI P kemarin, itu apa namanya?,” tambah Ferdinand.

Atas dasar tersebut, Ferdinand meminta kubu Jokowi untuk berkaca pada kinerja pemerintah selama ini sebelum mengkritik pidato atau gagasan Prabowo Subianto. [VOA/shar]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com