PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dua Petugas Damkar Pangkep Gugur, Armada Terbalik Saat Berpacu Menuju Kebakaran • Program Mannennungeng Serahkan Policy Brief ke Pemkab Bone, Produktivitas Padi Naik 76 Persen • Bupati Jeneponto Dorong Punagaya dan Bungeng Jadi Percontohan Desa Binaan Imigrasi • Sekda Makassar Dorong Inovasi PKP LAN Jadi Model untuk Kecamatan Lain • Rapimnas Forkonas PP DOB, Aspirasi Pemekaran Sulsel Kembali Menguat • Jelang Pensiun, Polda Sulsel Bekali PNPP dengan Keterampilan • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dua Petugas Damkar Pangkep Gugur, Armada Terbalik Saat Berpacu Menuju Kebakaran • Program Mannennungeng Serahkan Policy Brief ke Pemkab Bone, Produktivitas Padi Naik 76 Persen • Bupati Jeneponto Dorong Punagaya dan Bungeng Jadi Percontohan Desa Binaan Imigrasi • Sekda Makassar Dorong Inovasi PKP LAN Jadi Model untuk Kecamatan Lain • Rapimnas Forkonas PP DOB, Aspirasi Pemekaran Sulsel Kembali Menguat • Jelang Pensiun, Polda Sulsel Bekali PNPP dengan Keterampilan •
Makassar

Lawan Hoax, LDII Dorong Protokol Media Sosial Islami

526
×

Lawan Hoax, LDII Dorong Protokol Media Sosial Islami

Sebarkan artikel ini

MEDIASULSEL.com – Jumlah pengguna internet di seluruh Indonesia telah mencapai 136 juta orang. Adapun pengguna Facebook telah menyentuh angka 88 juta orang. Seiring besarnya angka pengguna internet, maka peluang penyebaran berita palsu atau hoax terbuka lebar.

Hal itu diungkapkan Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan, Hidayat Nahwi Rasul saat menjadi narasumber pengajian rutin DPD LDII Makassar di Masjid Raodhatul Jannah, Jalan Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/1/2017).

Menurut Hidayat, hoax yang tersebar di media sosial adalah bagian dari perang proksi. Selain itu, hoax dijadikan sebagai alat untuk mengadu domba. “Bangsa ini sedang diadudomba. Akibatnya, kita saling melecehkan karena hoax,” ujar anggota White List Nusantara Kemkominfo ini.

Pihaknya mengatakan, LDII mengajak warganya agar santun dan produktif di media sosial. “Warga LDII jangan menyebar berita bohong. Baca berulang-ulang sebuah informasi sebelum menyebarkannya,” kata Ketua Forum Telematika Kawasan Timur Indonesia (KTI) ini.

Ia mengingatkan, sebuah informasi yang telah disebar di media sosial, tidak akan bisa dihapus. “Ada yang disebut jejak digital. Yang menjadi persoalan adalah jika penyebar hoax telah meninggal dunia, sedangkan pesannya telah menjadi viral,” tuturnya.

Masjid Raodhatul Jannah
Masjid Raodhatul Jannah, Jalan Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan

Untuk itu, kata Hidayat, LDII mendorong penerapan protokol media sosial yang islami. “Informasi hoax adalah sumber perpecahan. Karena itu, harus mengedepankan klarifikasi atau tabayyun,” ujar pakar telematika ini.

Pihaknya mengingatkan dampak buruk informasi palsu yang beredar. “Jika kita salah mengkonsumsi obat, maka bisa berobat ke dokter. Namun, jika salah mengkonsumsi informasi, maka gaya hidup bisa berubah menjadi hedonis,” katanya.

Lebih jauh, Hidayat mengatakan, LDII tidak hanya berdakwah secara lisan tetapi juga berdakwah dengan perbuatan atau dakwah bil hal. LDII mendorong tiga kesuksesan generasi muda yaitu berilmu, berakhlakul karimah, dan mandiri.

Melalui dakwah bil hal, kata Hidayat, LDII berupaya mewujudkan islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. “Islam adalah agama pengamalan. Untuk itu, LDII berkontribusi dengan mengkampanyekan gerakan anti rokok. Karena rokok adalah pintu masuk narkoba,” katanya.

Di kesempatan yang sama, pengajar Ponpes Raodhatul Jannah Ustaz Abdul Muhsin mengajak peserta pengajian LDII meningkatkan ibadah pada 2017.

“Orang yang cerdas adalah orang mengoreksi diri dan yang beramal sebagai bekal untuk kehidupan setelah mati. Sebaliknya, orang yang bodoh adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan mendapat ampunan Allah SWT,” paparnya. (*)

LDII Dorong Protokol Media Sosial Islami
Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan Hidayat Nahwi Rasul saat menjadi narasumber pengajian rutin DPD LDII Makassar di Masjid Raodhatul Jannah, Jalan Berua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/1/2017). LDII mengajak untuk santun dan produktif di media sosial.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com