BARRU – Kepatuhan mengonsumsi obat menjadi salah satu kunci utama mengendalikan hipertensi dan mencegah komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal. Berangkat dari persoalan tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar penyuluhan penggunaan obat hipertensi secara rasional di Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.
Kegiatan yang diinisiasi mahasiswa Program Studi Farmasi Unhas itu diikuti pasien hipertensi beserta anggota keluarganya. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi obat sesuai dosis, jadwal, dan anjuran tenaga kesehatan.
Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan angka kejadian tinggi di Indonesia. Penyakit yang dikenal sebagai silent killer ini sering tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak penderita menghentikan pengobatan ketika tekanan darah mulai membaik atau mengonsumsi obat secara tidak teratur.
Melalui penyuluhan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa pengobatan hipertensi harus dilakukan secara konsisten agar tekanan darah tetap terkendali dan risiko komplikasi dapat ditekan. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai prinsip penggunaan obat yang rasional, pentingnya kontrol tekanan darah secara berkala, serta bahaya menghentikan terapi tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Sebelum penyampaian materi, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai hipertensi dan penggunaan obat antihipertensi. Setelah itu, pemateri memaparkan materi tentang cara penggunaan obat yang benar, waktu konsumsi obat, kepatuhan menjalani terapi, hingga pentingnya menerapkan pola hidup sehat melalui pembatasan konsumsi garam, aktivitas fisik rutin, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Warga aktif mengajukan pertanyaan seputar efek samping obat, waktu terbaik mengonsumsi obat antihipertensi, hingga langkah yang harus dilakukan apabila lupa meminum obat. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap edukasi kesehatan yang mudah dipahami.
Sebagai evaluasi, mahasiswa kembali melaksanakan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat hipertensi yang aman, tepat, dan rasional.
Salah seorang peserta mengaku memperoleh wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat menganggap obat tekanan darah hanya perlu diminum ketika tekanan darah sedang tinggi. Setelah mendapatkan penjelasan dari mahasiswa, peserta memahami bahwa obat antihipertensi harus dikonsumsi secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan agar tekanan darah tetap stabil dan komplikasi dapat dicegah.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Kupa semakin disiplin menjalani terapi hipertensi, memahami pentingnya penggunaan obat secara rasional, serta menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit tidak menular. Program tersebut menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Barru melalui edukasi kesehatan yang aplikatif dan berkelanjutan. (Mp/ Ag4ys)
Citizen Reporter : Permata Ramadhani (Mahasiswa Farmasi Unhas)













