JENEPONTO—Sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 113 Universitas Hasanuddin (Unhas), mahasiswa yang tergabung dalam Posko Desa Arungkeke Pallantikang, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, menggelar kegiatan edukasi yang menarik dan bermanfaat di UPT SDN 2 Arungkeke.
Pada 20 Januari 2025 lalu, mereka mengadakan sosialisasi tentang pemanfaatan limbah plastik menjadi Ecobrick dan dilanjutkan dengan pelaksanaan demonstrasi pembuatan Ecobrick sekaligus menyerahkan tempat sampah berbasis Ecobrick, Senin (3/2/2025).
Menurut penanggung jawab program, Riska Awaliyah, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa, guru, dan orang tua mengenai pentingnya pengelolaan sampah, terutama sampah plastik, serta memberikan solusi yang ramah lingkungan melalui inovasi Ecobrick.
“Dalam sosialisasi, materi yang disampaikan meliputi jenis-jenis sampah, dampak negatif sampah terhadap lingkungan, serta cara membuat Ecobrick—produk daur ulang dari sampah plastik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, salah satunya sebagai tempat sampah,” ujar Riska.
Riska menambahkan, bahwa Ecobrick merupakan salah satu alternatif daur ulang sampah plastik yang mudah dilakukan. “Kami ingin mengajak siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan memanfaatkan sampah menjadi produk fungsional, seperti tempat sampah. Ini juga untuk menumbuhkan kreativitas mereka dalam mengolah limbah,” jelasnya.
Proses pembuatan Ecobrick sendiri terbilang sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk siswa sekolah dasar. Dengan kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga belajar bahwa sampah plastik yang selama ini menjadi masalah bisa disulap menjadi barang yang berguna.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para guru dan orang tua siswa. Salah seorang guru di SD Negeri 2 Arungkeke mengungkapkan, “Ini sangat membantu kami dalam mengedukasi siswa untuk lebih kreatif dalam mengolah sampah, sekaligus menjadi solusi untuk mengurangi penumpukan sampah di sekitar sekolah.”
Antusiasme para siswa pun tampak jelas, mulai dari mengumpulkan sampah plastik, mengisinya ke dalam botol untuk dijadikan Ecobrick, hingga merakitnya menjadi tempat sampah. Dengan semangat ini, diharapkan kegiatan tersebut dapat menanamkan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Unhas berharap para siswa akan lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip pengelolaan sampah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai, kegiatan ini berpotensi memberikan dampak positif yang lebih luas dalam mengatasi permasalahan sampah plastik di masa depan. (Cj/Ag4ys)

Citizen Journalism: Riska Awaliyah (Mahasiswa Kimia Unhas)

















