PAREPARE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Tematik Pengelolaan Sampah Universitas Hasanuddin (Unhas) mengedukasi siswa UPTD SD Negeri 65 Parepare tentang pengelolaan sampah plastik melalui penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Senin (21/7/2026).
Kegiatan yang dipandu Muhammad Dhirgham Zaim Z. ini menyasar 15 siswa kelas VI dengan tujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui pemanfaatan limbah plastik menjadi produk yang bernilai guna.
Dalam pemaparannya, Dhirgham menjelaskan dampak buruk sampah plastik terhadap lingkungan sekaligus mengenalkan penerapan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga praktik langsung mengolah tutup botol plastik bekas menjadi gantungan kunci.
Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan kerajinan tersebut. Mereka bebas berkreasi dengan berbagai bentuk dan warna, sekaligus belajar bahwa sampah plastik masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Menurut Dhirgham, pendekatan praktik dipilih agar siswa lebih mudah memahami pentingnya pengelolaan sampah sekaligus membangun kebiasaan memilah dan memanfaatkan limbah sejak dini.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa sampah plastik, khususnya tutup botol bekas, masih memiliki nilai guna apabila diolah dengan kreativitas. Harapannya, siswa dapat menerapkan kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah sejak dini sehingga tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari kontribusi mahasiswa KKN Unhas dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis edukasi masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah.
Kepala UPTD SD Negeri 65 Parepare mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin atas kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Program seperti ini tidak hanya mengasah kreativitas siswa dalam membuat kerajinan dari bahan bekas, tetapi juga meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya memanfaatkan sampah plastik dan menjaga kebersihan lingkungan sejak usia sekolah,” katanya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas berharap budaya mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah plastik dapat menjadi kebiasaan yang terus diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Langkah sederhana tersebut diharapkan mampu membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan sejak usia sekolah. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Intan Ramadhani Hafid (Mahasiswa Teknik Elektro Unhas)













