PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • M. Awal Chairuddin Resmi Pimpin Polda Sulsel, Gantikan Djuhandhani • Langgar GSB, Ruko di Hertasning Disegel Pemkot Makassar • PGRI Kelara Gelar Konkercab I, Fokus Perkuat Soliditas dan Profesionalisme Guru • RUU Penyiaran Awasi Konten Digital, JMSI Sulsel Minta Jangan Ganggu Kerja Jurnalistik • 24 Persen Siswa Indonesia Alami Bullying, Potret Gagalnya Sistem Pendidikan • Polri Rombak 19 Kapolda, Irjen M. Awal Chairuddin Pimpin Sulsel • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • M. Awal Chairuddin Resmi Pimpin Polda Sulsel, Gantikan Djuhandhani • Langgar GSB, Ruko di Hertasning Disegel Pemkot Makassar • PGRI Kelara Gelar Konkercab I, Fokus Perkuat Soliditas dan Profesionalisme Guru • RUU Penyiaran Awasi Konten Digital, JMSI Sulsel Minta Jangan Ganggu Kerja Jurnalistik • 24 Persen Siswa Indonesia Alami Bullying, Potret Gagalnya Sistem Pendidikan • Polri Rombak 19 Kapolda, Irjen M. Awal Chairuddin Pimpin Sulsel •
News

Media Diingatkan Tak Gunakan Diksi Promosi Terorisme

494
×

Media Diingatkan Tak Gunakan Diksi Promosi Terorisme

Sebarkan artikel ini
Media Diingatkan Tak Gunakan Diksi Promosi Terorisme
Live talkshow yang digelar di RRI Surabaya untuk mensosialisasikan pentingnya menghindari penggunaan diksi promosi terorisme oleh media massa pers.

SURABAYA – BNPT terus berupaya menekan setiap potensi yang dapat memicu terjadinya aksi terorisme. Menggandeng Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, Senin (15/7/2019).

Dalam live talkshow yang digelar di RRI Surabaya ini, untuk mensosialisasikan pentingnya menghindari penggunaan diksi promosi terorisme oleh media massa pers.

Talkshow tersebut digelar dalam rangkaian kegiatan Pelibatan Media Massa Pers dalam Pencegahan Terorisme.

Hadir sebagai narasumber adalah anggota Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Willy Pramudya, Ketua FKPT Jawa Timur, Soubar Isman, dan Kepala Seksi Partisipasi Masyarakat Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Letkol Setyo Pranowo.

“Talkshow di RRI seperti ini bukan yang pertama dilaksanakan, tapi juga tidak akan menjadi yang terakhir”

“Kami akan terus melaksanakannya, mengingat pentingnya menggandeng media massa untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap terorisme,” kata Setyo.

“Yang disampaikan Pak Setyo benar. Salah satu yang penting untuk terus diulang disampaikan adalah bagaimana media dapat menghindari mempromosikan terorisme”

“Pemberitaan jangan menggunakan istilah yang mempromosikan, seperti pengantin, jihad, amaliah, dan sejenisnya,” kata Willy Pramudya menimpali.

Willy menambahkan, terorisme pada dasarnya bertujuan menebar ketakutan di masyarakat.

Penggunaan istilah yang mempromosikan terorisme tak ubahnya bentuk dukungan media massa pers terhadap kejahatan tersebut.

“Ini yang menjadi tergat kami. Jangan sampai media massa justeru melipatgandakan ketakutan yang ditebar oleh pelaku terorisme,” tambahnya.

Mantan redaktur di media cetak nasional tersebut menyarankan, pers menggunakan istilah apa adanya untuk menggambarkan kejadian terorisme.

“Pelaku bom yang tulis saja pelaku bom, jangan disamarkan dengan istilah pengantin. Mengapa? Karena istilah itu sejatinya memang diciptakan oleh pelaku (terorisme) untuk mengaburkan kejahatan yang dilakukannya,” urai Willy.

Ketua FKPT Jawa Timur, Soubar Isman, membenarkan apa yang disampaikan oleh Setyo Pranowo dan Willy Pramudya. Sebagai mitra strategis BNPT dalam pencegahan terorisme, FKPT mendorong pers berperan aktif.

“Khususnya di Jawa Timur kita harus bersama-sama, berninergi, untuk mewujudkan Jawa Timur yang aman dari setiap bentuk ganggunaan, tak terkecuali terorisme,” ungkap Soubar.

Selain melalui media massa pers, polisi aktif berpangkat Komisaris Besar tersebut juga mengatakan, FKPT Jawa Timur telah melakukan sosialisasi pencegahan terorisme di beberapa kampus. [*]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com