MAKASSAR—Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Arsjad, mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) pendampingan “Pasar Segar Aman” Sulsel 2024. Rapat ini berlangsung di Kantor Dinas Ketapang Sulsel, Jalan Ratulangi, Makassar, pada Rabu (6/11) lalu.
Dalam sambutannya, Arsjad menegaskan pentingnya rapat ini sebagai langkah untuk menyamakan persepsi dalam menjaga keamanan pangan di Sulsel.
Menurutnya, memastikan ketersediaan pangan yang aman dikonsumsi adalah hal krusial, terutama dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kualitas pangan yang sehat.
“Menjamin pangan yang aman dikonsumsi membutuhkan perhatian serius terkait bahaya dan risiko yang muncul dari pangan yang tidak memenuhi standar keamanan,” ujar Arsjad.
Dia mengacu pada UU Nomor 18 tentang Pangan, yang menyatakan bahwa keamanan pangan merupakan upaya untuk melindungi pangan dari cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat merugikan kesehatan atau melanggar keyakinan dan budaya masyarakat.
Arsjad menekankan konsep pasar pangan segar aman bertujuan mengubah pola pikir serta perilaku pedagang, konsumen, dan pengelola pasar terhadap pentingnya keamanan pangan.
Harapannya, pasar yang bersih, aman, dan nyaman dapat terwujud, sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pangan yang sehat.
Menurutnya, masalah keamanan pangan berdampak signifikan pada penerimaan produk di pasar. Dengan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pangan yang aman, bahkan ada kalangan yang rela membayar lebih untuk mendapatkan jaminan ini.
“FAO (Food and Agriculture Organization atau Organisasi Pangan dan Pertanian) menegaskan bahwa tidak ada ketahanan pangan tanpa keamanan pangan, dan pangan yang aman adalah hak asasi manusia,” imbuh Arsjad.
Ia juga menjelaskan, pangan yang tidak aman dapat memicu penyakit bawaan makanan (foodborne disease), yang berpotensi menurunkan produktivitas dan berdampak pada perekonomian nasional serta perdagangan internasional.
Arsjad menyoroti keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama dan memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan masyarakat, mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, dan membuka akses lebih luas ke pasar domestik.
Oleh karena itu, lanjut Arsjad, sinergi antara pemerintah, produsen, dan masyarakat perlu terus ditingkatkan untuk menciptakan pasar segar yang aman di Sulsel.
“Melalui koordinasi yang berkesinambungan, diharapkan ketersediaan pangan segar yang aman di pasar dapat terjamin untuk masyarakat,” tutup Arsjad.
Rapat Koordinasi ini diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah konkret dalam mencapai tujuan keamanan pangan, yang melibatkan kerja sama intensif antara berbagai pihak terkait. (*/4dv)













