Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

MAKASSAR—Nilai ekspor Sulsel pada Triwulan I-2021 sebesar US$ 296,51 juta naik secara y-on-y sebesar 19,15 persen. Hal ini berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan, mulai Januari-April 2021, ada lima negara besar tujuan ekspor komoditas Sulsel.

“Tujuan ekspor terbesar yaitu negara~ Jepang, Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan, dan Bangladesh,” ungkapnya, Sabtu (22/5/2021).

Ia menyebutkan untuk semakin meningkatkan nilai ekspor, berbagai rencana dilakukan diantaranya mendorong direct flight ke beberapa negara.

“Beberapa rencana negara tujuan ekspor untuk direct flight diantaranya Cina, Hongkong, Singapura, Malaysia, serta Arab Saudi Sehingga ekspor bisa semakin meningkatkan,” sebutnya.

Andi Sudirman Sulaiman lebih jauh mengaku, meningkatnya nilai ekspor provinsi sulsel menjadi bukti Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam upaya pemulihan ekonomi.

“Alhamdulillah, nilai ekspor di Sulawesi Selatan periode Januari-Maret tahun 2021 dengan nilai US$ 296,51 juta atau Rp 4,21 triliun (kurs 14.200). Nilai ekspor tumbuh 19,15 persen (yoy) dari triwulan 1-2020,” ujarnya.

Hal ini pun berpengaruh pada neraca perdagangan Sulsel. Dimana pada periode Januari-Maret 2021 mengalami surplus US$ 135,69 juta atau Rp 1,92 triliun. Adapun komoditas ekspor utama Sulsel Maret 2021 di antaranya nikel, rumput laut, udang segar, carragenan, mete kupas, kakao liquor, clinker, daging kepiting, biji kakao, ikan olahan.

“Alhamdulillah, ekspor kita naik diantarnya dari hasil pertanian berupa rempah-rempah. Jika dahulu Indonesia dijajah karena rempah-rempah. Kini kita harus ‘jajah’ (dominasi pasar) rempah-rempah dengan ekspor keluar negeri. Untuk tahun 2021 ini, rempah-rempah menjadi salah satu komoditas yang kita ekspor,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Ashari F. Radjamilo menambahkan, Provinsi Sulsel akan menjadi Sulawesi Selatan sebagai hub alias tempat yang di dalamnya terjadi aktivitas transit barang atau persinggahan barang di wilayah Indonesia Timur.

“Kita sudah memiliki pelabuhan Makassar New Port (MNP) serta bandara besar yang saat ini tengah dalam pengembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Kita harap, bisa memicu lahirnya pertumbuhan ekonomi baru dan akan memunculkan eksportir baru sehingga akan menambah taraf kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Ia menjelaskan untuk memacu pertumbuhan ekonomi baru, Pemprov Sulsel berencana membangun lokasi pergudangan untuk Pelabuhan Daratan atau Dry Port.

“Bapak Plt Gubernur telah melakukan perjanjian kerjasama (PKS) bersama PT. Pelindo 4 dan Kabupaten untuk pembangunan Dry Port di Jeneponto untuk wilayah Selatan dan direncanakan di kabupaten lainnya untuk wilayah Utara,” pungkasnya. (*)