Mengejutkan, Vietnam Bebas Kasus Virus Corona hingga Nol Kematian

0
159

DUNIA – Ditengah merebaknya virus corona di dunia, Vietnam justru memberikan kabar baik, negara itu menunjukkan titik terang yang mengejutkan dalam pandemi Covid-19

Negara itu berhasil menekan virus corona hingga tidak ada kasus baru selama dua pekan terakhir, yang mencengankan terdapat 0 kematian akibat Covid-19.

Masyarakat duniapun menyoroti bagaimana negara ini bisa keluar dari tekanan virus corona, padahal secara geografis hanya berjarak 870 mil dengan Tiongkok, serta berpenduduk 95 juta.

Hingga 25 april 2020, data dari universitas jons hupskin mencatat 270 positif, 225 sembuh dan 0 kasus kematian. Kasus terakhir ditemui di Hanoi pada 13 Februali lalu.

Sejak awal kasus pertama ditemukan pada Januari, Hanoi sudah bergerak.

Pada 1 Februari 2020, vietnam langsung menutup penerbangan dari dan ke tiongkok, serta melakukan karantina ketat pada orang yang baru pulang dari luar negeri.

Respons cepat yang dilakukan Vietnam dalam menangani virus ini juga menjadi perhatian dunia.

Strategi Vietnam berfokus pada target, pelacakan kontak yang ketat serta penerapan social distancing yang melarang lebih dari 2 orang berkumpul.

Seluruh transportasi umum serentak dihentikan termasuk penerbangan dan transportasi darat lainnya,

Semua sekolah dan universitas juga diliburkan sejak awal Februari.

Pencegahan dilakukan dengan lockdown ketat terhadap warganya, sanksi Lockdown juga dilakukan dengan tegas.

Warga didorong untuk mengawasi tetangga mereka, dan rasa takut dipaksa untuk karantina membuat orang enggan untuk keluar rumah, sedikitnya sekitar 800 orang telah didenda sejauh ini.

Untuk memenuhi kebutuhan warganya, pemerintah vietnam melakukan pembagian sembako dengan tertib dengan tetap menerapkan social distancing

Pemerintah Vietnam juga membuka identitas warga yang positif covid 19 dengan begitu masyarakat sekitarnya bisa mengetahui daerahnya telah terinveksi.

Meski tidak melakukan tes cepat seperti yang dilakukan negara negala lain, kebijakan karantina dan lockdown ketat ini dinilai efektif menekan jumlah orang yang terinveksi.

Selain karantina, tenaga medis di negara itu juga diinstruksikan untuk mengikuti beberapa protokol untuk menilai infeksi dan tingkat keparahan.

Dari mulai mengobati gejala yang dibawa virus corona, seperti demam, hingga meminta pasien menjalani diet ketat dan bergizi.

Kini, Negara komunis tersebut dikabarkan sudah mulai melonggarkan kebijakan lockdown di beberapa daerah. Pelonggaran lockdown ini mulai berlaku sejak Kamis 23 April 2020. (*)