Ketua Permata Biring Romang, R. Ela Rahayu sedang mempraktekan pembuatan sirup Rosella, disaksikan langsung oleh ustadz Ibnu selaku instruktur pelatihan

MAKASSAR – Tumbuhan Bunga Rosella atau dikenal dalam bahasa latin Hibiscus Sabdariffa L. adalah tumbuhan yang berasal dari Jamaica Afrika merupakan tanaman yang memiliki kemampuan adaptasi terhadap faktor lingkungan yang tinggi, sehingga dapat tumbuh dengan baik di semua daerah, baik tropis maupun sub tropis.

Tanaman Rosella merupakan tanaman semusim yang tumbuh tegak bercabang yang berbatang bulat dan berkayu. Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur, pertulangan menjari dan letaknya berseling dan pinggiran daun bergerigi. Bunga rosella bertipe tunggal yaitu hanya terdapat satu kuntum bunga pada setiap tangkai bunga. Bunga ini mempunyai 8-11 helai kelopak yang berbulu dengan panjang 1 cm, pangkal saling berlekatan dan berwarna merah atau ungu.

Menurut seorang praktisi Rosella asal kota Pare Jawa Timur, Ustadz Ibnu saat memberikan pelatihan pemanfaatan Tumbuhan Rosella kepada Ibu-ibu anggota Persatuan Majelis Taklim (Permata) kelurahan Biring Romang, kecamatan Manggala, kota Makassar, di kediaman Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Biring Romang, Ambang Ardi, Senin (26/10) Rosella banyak mengandung zat yang sangat penting bagi kesehatan.

Tiap 100 gr kelopak bunga segar mengandung 260-280 mg vitamin C, yang artinya Rosella memiliki kandungan Vitamin C jauh lebih besar dibandingkan, buah anggur hitam, jeruk sitrus, buah belimbing dan jambu biji, selain itu, rosella juga mengandung vitamin D, vitamin B1, B2, niacin, riboflavin, betakaroten, zat besi, asam amino, polisakarida, omega 3 dan kalsium dalam jumlah yang cukup tinggi (486 mg/100 gr).

Rasa asam dalam bunga rosella merupakan perpaduan berbagai jenis asam seperti asam askorbat (vitamin C), asam sitrat, dan asam malat yang juga bermanfaat bagi tubuh. Bahan aktif yang juga terdapat dalam rosella adalah grossy peptin, anthocyanin, gluside hibiscin, dan flavonoid yang bermanfaat mencegah kanker, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah, dan sebagainya. Kandungan seratnya pun cukup tinggi yang berperan dalam melancarkan sistem pembuangan dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Lebih lanjut Ibnu menjelaskan, bahwa saat ini dirinya telah memiliki resep turunan pemanfaatan tumbuhan Rosella hingga 105 resep mulai dari yang pembuatannya sederhana seperti Sirup Rosella, Selai Rosella, teh Rosella, dan kopi Rosella dan lain-lain.

“Saat ini kami telah memiliki 105 reseo tuyrunan pemanfaatan tanaman bunga Rosella yang saat ini sering kali masih dipandang sebagai tanaman liar, padahal tumbuhan ini memiliki manfaat yang sangat banyak bagi kesehatan tubuh manusia,” tegasnya.

Lebih lanjut Ibnu menjelaskan, bahwa memiliki kandungan anti oksidan yang sangat tinggi, semakin pekat warna merah kelopak bunganya, maka semakin tinggi kadar anti oksidan yang dikandung kelopak bunga tersebut.

Kadar antioksidan rosella yang memiliki kandungan antioksidan paling tinggi jika dikonsumsi dalam bentuk kering. Kelopak bunga rosella dapat diambil sebagai bahan minuman segar berupa sirup, teh, selai dan jenis minuman lainnya, terutama dari tanaman yang berkelopak bunga tebal, yaitu rosella merah.

Selain itu, tumbuhan herbal ini juga mampu berfungsi sebagai bahan antiseptik, penambah syahwat, agen astringen, dapat juga digunakan dalam pengobatan tradisional seperti batuk, lesu, demam, tekanan perasaan, gusi berdarah (skurvi) dan mencegah penyakit hati.

Adapun khasiat yang terkandung didalamnya antara lain; menghancurkan lemak, melangsingkan tubuh, mengurangi kecanduan rokok, menurunkan asam urat, menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, mencegah stroke dan hipertensi, menurunkan kadar gula, mencegah kanker dan tumor, menyembuhkan migran, menghilangkan wasir serta mampu meningkatkan gairah dan membuat tahan lama. (ald)