MAKASSAR—Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin mengakui kasus Covid-19 di Makassar saat ini sudah melandai. Namun meski demikian dr Ida, tetap mengingatkan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) tidak kendor.
Hal itu disampaikan orang nomor satu di jajaran Dinas Kesehatan Kota Makassar ini, saat didaulat menjadi narasumber dalam sebuah program talk show di sebuah radio swasta di Makassar, Selasa (21/6/2022) sore.
Menurutnya total jumlah pasien yang masih dalam perawatan sejak masuknya Covid-19 ke Makassar hingga Senin, 21 Juni 2022 sebanyak 144 orang. Sedangkan kasus harian sudah sangat melandai.
“Kasus harian (Covid-19) per hari kadang tidak ada, kadang 1 orang. Per pekan kurang dari sekitar 10 orang,” jelas dr Ida.
Meski demikian ia tetap mengingatkan untuk terus menerapkan prokes, terlebih saat ini ada varian Omicron baru yakni BA.4 dan BA.5.
“Varian baru Omicron BA.4 dan BA.5 memang belum ada di Makassar. Namun Penyebarannya juga cepat tapi tingkat kematiannya rendah. Karenanya Prokes harus terus diterapkan,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, dr Ida juga berharap, agar status zona PPKM bagi Kota Makassar dapat dipertahankan.
Terkait vaksinasi yang juga merupakan salah satu indikator penerapan status zona PPKM, dr. Ida mengaku, bahwa hingga saat ini cakupan vaksinasi dosis 1 dan 2 du kota Makassar sudah cukup besar. Namun menurutnya vaksin ketiga harus digenjot.
“Vaksinasi dosis 1 sudah lebih dari 96 persen. Vaksinasi dosis kedua mencapai 76 persen. Hanya vaksinasi booster atau dosis ketiga yang baru 18 persen. InsyaAllah Juli nanti ditarget dosis ketiga mencapai 50 persen,” tutupnya. (cel)













