OPINI – ​Kemunculan Virus Covid-19 di akhir tahun 2019 membuat tatanan kehidupan terhadap beberapa negara dibelahan dunia sekejap berubah . Dampak Pandemi Covid-19 ini berimbas pada semua sektor.Mulai Sektor Kesehatan,pendidikan,sosial,ekonomi, hingga berpengaruh terhadap aktivitas beribadah masyarakat . Sebab dari pandemi ini,roda bisnis yang tidak berjalan normal dan penurunan pendapatan,berkurangnya aktivitas ekspor dan disertai peningkatan impor beriimplikasi pada merosotnya pertumbuhan ekonomi dan minimnya produtivitas Kerja.

​Berbagai tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk menenkan angka pertumbuhan Kasus Corona ini telah ditempuh seperti PSBB, namun tingkat keberhasilannya masih minim . Ini bisa kita lihat dari peningkatan jumlah kasus Covid-19 tiap hari masih mengalami peningkatan.

Sehingga kebijakan untuk hidup berdampingan atau New Normal adalah keputusan yang tepat dan efektif yang diharapkan dapat memperbaiki tatanan kehidupan diberbagai sektor yang mengalami pemerosotan .

​Guyss , mngkin ada yang bertanya-tanya Apa itu New Normal Life?

New Normal life adalah langkah alternatif percepatan penanganan Covid-19 diberbagai sektor , Jadi Kita hidup normal(hidup berdampingan Virus Covid-19) seperti biasa,dengan berbagai kegiatan perekonomian,pendidikan dsb. tetap terlaksana ditengah pandemi yang belum berakhir sampai ditemukannya vaksin yang efektif . Dengan mematuhi protokol kesehatan seperti pakai masker ketika beraktivitas diluar,Cuci tangan dengan sabun , dan physical distancing.

​Nah, sebagai Praktisi Public Relation, tentu New Normal ini juga mentransformasikan atau membuat sedikit perubahan pada sistem kinerja profesi Humas. Kira-kira Apa sih Inovasi yang dilakukan seorang Praktisi PR dalam menghadapi New Normal nanti ?

​Menurut Kak Wiwik Amaluddin (Selaku PR Mall PIPO )” Jadi, dalam menyikapi New Normal Life , Praktisi Public Relation/Humas , tetntunya harus paham betul bagaimana dan seperti apa konsep New Normal yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia, dan Jika diharuskan melakukan pertemuan dengan instansi atau klien tentunya pelaksanaannya harus sesuai dengan standar protokol kesehatan yang sudah dianjurkan WHO” .

Inovasi-inovasi yang mungkin akan dilaksanakan yaitu seperti memaksimalkan penggunaan teknologi dalam periklanan sebuah produk atau branding sebuah brand. Mengurangi press conference langsung dan dialihkan ke presscon virtual. Presscon secara langsung hanya dilakukan jika penyampaian informasi sangat penting dengan dikhawatirkan terjadinya miss communication jika melalui virtual. Pertemuan dengan orang banyak atau klien akan dilaksanakan jika kedua pihak dalam keadaan sehat dan melaksanakan sesuai standar protokol kesehatan.

Pemanfaatan Sosial Media akan lebih dimaksimalkan untuk promosi dan penyebaran informasi serta penyebaran Informasi ke publik akan lebih ditingkatkan melalui penyebaran press realease ke Media massa dan online serta buzzer disosial media.

Sebenarnya tidak banyak perubahan , hanya saja ada beberapa aturan yang perlu dilakukan seorang PR selama New Normal berlangsung . Mengingat profesi ini berhubungan dengan publik .

Namun kendala yang mungkin akan dihadapi yaitu besar kemungkinan akan terjadi miss communication, mengingat terbatasnya ruang untuk berinterksi secara tatap muka. Karena melalui Virtual tentunya akan terjadi banyak Noice yang akan dihadapi , Seperti jaringan atau kendala terhadap app yang digunakan .

Penulis : MUHAMMAD TAKBIR
(Mahasiswa Semester 6 Ilmu Komunikasi UMI) .