OPINI—Narkoba adalah zat adiktif yang bisa membuat penggunanya menjadi sakau hingga meninggal. Zat ini sangat berbahaya untuk dikomsusi oleh manusia. Namun pada faktanya kasus narkoba banyak menjerat pemuda bahkan diperjual belikan dengan harga yang mahal.
Baru-baru ini warga makassar khususnya warga kampus dihebohkan dengan penemuan brangkas narkoba di salah satu fakultas perguruan tinggi negeri.
Polisi mengatakan bahwa pelaku adalah mantan mahasiswa UNM yang berjumlah 6 orang dan telah melakukan bisnis narkoba sejak 2019. Disinyalir mereka telah melakukan pengiriman narkoba ke ternate, Maluku utara hingga ke lapas watampone (detiknews, 12/06/2023).
Adapun tanggapan dari rektor UNM sendiri dikutip dari detiksulsel (17/06/2023) mengatakan bahwa ia meminta maaf dan mengaku kecolongan. Terkait kebijakan yang akan diberlakukan ialah, akan memecat security yang bertugas, hendak melakukan tes urine bagi setiap dosen & mahasiswa serta mewajibkan surat keterangan bebas narkoba bagi mahasiswa baru.
Kasus ini sangat menggemparkan publik. Sejatinya, kampus seharusnya menjadi wadah yang mampu menjadikan manusia-manusia berpendidikan, namun justru menjadi gerbong narkoba yang mencoreng citra dari kampus mereka.
Hal ini semakin mempertegas kepada kita bahwa pemuda hari ini sedang tidak baik-baik saja. walaupun perang terhadap narkoba terus digaungkan, tetapi masalah ini tidak akan tuntas jika hanya dipandang dari kesalahan personal individunya semata. Tidak cukup mengatasi masalah ketika masalahnya telah terjadi, dan justru mendiamkannya akar permasalahannya.
Perlu kita ketahui bahwa problematika yang dialami pemuda hari ini adalah sebuah masalah yang kompleks dan sistematis. Pergaulan bebas dimana-mana, masyarakat yang apatis, kurangnya pendidikan dan kasih sayang dari orang tua, masalah sosial, masalah ekonomi, hingga depresi.
Terkait pendidikan, tidak bisa kita pungkiri jika civitas akademik hanya berfokus membentuk pemuda yang berfokus duniawi dan cenderung abai standar halal haram. Dan masih banyak faktor lainnya yang mendasari terjadinya kasus narkoba yang menimpa kaum terpelajar hari ini.
Beberapa faktor tersebut lahir dari sistem kehidupan hari ini yang berlandaskan materi. Pemudanya dibentuk hanya menjadi pekerja ahli yang memberi keuntungan sebanyak-banyaknya bagi pihak tertentu seperti kampus atau industri.
Sedangkan dalam menghadapi permasalahan rusaknya pemuda justru mereka abai. Disisi lain para individu yang lahir memiliki pandangan sekuler, mereka disibukkan untuk mengejar materi sebanyak-banyaknya dan mengabaikan halal haramnya suatu perbuatan.
Apatalagi didasari karena depresi atau tuntutan ekonomi yang semakin mencekik. Tak ayal bahwa kasus seperti ini dapat terus terjadi dengan pola yang sama jika sistem ini masih diberlakukan.
Berbeda dalam sistem islam, dimana landasan utama dalam kehidupannya adalah akidah islam. Sehingga manusia yang hidup dalam sistem ini memiliki pola pikir dan pola sikap yang islami. Sistem Islam senantiasa menstandarkan segala sesuatunya dengan hukum syariat.
Mulai dari negara yang menetapkan kebijakan untuk menjamin kemaslahatan rakyatnya, seperti memenuhi kebutuhan ekonomi rakyatnya, memberlakukan pengamanan dan sanksi yang tegas terhadap pengedaran dan penggunaan barang haram, mengatur sistem pergaulan, serta menjadikan pemudanya cerdas dengan jaminan pendidikan yang mudah.
Adapun sistem pendidikannya juga berstandarkan islam. Bertujuan membentuk pemuda yang ahli dalam suatu bidang tapi tetap menyandarkan segala pola pikir dan sikapnya sejalan dengan islam.
Ada pula kontrol yang dilakukan keluarga dan masyarakat yang selalu mendidik dan mendakwahkan islam. sehingga setiap generasi senantiasa tersuasanakan akan kehidupan yang islami, dan menstandarkan semuanya hanya kepada ridho Allah, bukan berstandar materi sebagaimana yang terjadi hari ini.
Dengan demikian kasus narkoba yang merambat ke pemuda, civitas kampus, atau bahkan masyarakat dapat diminimalisir dan diatasi dengan diterapkannya sistem islam. Allahu a’lam bish-shawabi. (*)
Penulis: Nadia Kurnia Insyra (Aktivis Dakwah)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.











