Natuna Dipilih Jadi Lokasi Karantina WNI Dari Wuhan

0
77

JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan Natuna telah dipilih sebagai lokasi karantina Warga Negara Indonesia (WNI) setelah dipulangkan dari China.

Hal ini disampaikan saat konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu, 1 Februari 2020.

Hadi Tjahjanto mengatakan, WNI dari Wuhan akan langsung ke Natuna, Kepulauan Riau untuk dilakukan protokoler kesehatan dan karantina selama 2 pekan.

Hal ini berdasarkan aturan internasional, yang mengharuskan Indonesia memiliki sarana dan prasarana untuk mendukung protokoler kesehatan dalam evakuasi warga dari Wuhan.

Salah satu sarana dan prasarana yang diwajibkan adalah tempat isolasi. Setelah berunding dan melakukan analisa, Natuna terpilih menjadi lokasi karantina WNI dari Wuhan.

Menurut dia, ada sejumlah pertimbangan, pemerintah memilih Natuna sebagai tempat karantina para WNI dari Wuhan karena pangkalan militer Natuna memiliki fasilitas rumah sakit yang mumpuni. Selain itu, letak rumah sakit di pangkalan militer tak jauh dari hanggar. Rumah sakit ini mampu menampung hingga 300 orang.

Tempat itu juga terisolasi karena jauh dari pemukiman warga. Jarak pangkalan militer dengan pemukiman warga, berkisar 6 kilometer.

Sementara itu jumlah WNI yang akan dijemput di Kota Wuhan berjumlah 250 orang.

245 adalah WNI yang sebelumnya telah berada di Hubei dan 5 orang tim aju dari Indonesia yang telah berada di Wuhan sejak kemarin.

Pemerintah Indonesia diketahui menyewa pesawat Batik Air milik Lion air Group untuk mengevakuasi seluruh WNI dari Provinsi Hubei, China, termasuk Kota Wuhan, yang menjadi pusat penyebaran virus corona.

Sementara itu, Warga Natuna, Kepulauan Riau, menolak wilayahnya dijadikan tempat karantina WNI yang dievakuasi dari China.

Penolakan warga soal Natuna dijadikan tempat transit/karantina WNI dari China disampaikan langsung ke DPRD. Warga juga berupaya menemui tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang berkunjung ke Natuna. [*]