Advertisement - Scroll ke atas
Opini

Negara Jangan Otak Atik Duit Pribadi Rakyat

4881
×

Negara Jangan Otak Atik Duit Pribadi Rakyat

Sebarkan artikel ini
Negara Jangan Otak Atik Duit Pribadi Rakyat
Vindy W. Maramis, S.S.

Kemampuan masyarakat akan dipersiapkan secara maksimal melalui pendidikan di sekolah-sekolah atau universitas-universitas.

Menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas juga menjadi tanggung jawab negara.

Para pekerja dalam sistem Pemerintahan Islam juga tidak akan diminta membayar iuran/asuransi pekerja, karena negaralah yang menjamin keselamatan dan kesehatan melalui regulasi syariah.

Bila terjadi kecelakaan saat bekerja, maka negara akan memberikan santunan bagi korban, apabila sampai meninggal dunia, maka keluarga yang ditinggalkan juga akan diberikan santunan melalui zakat dan infak.

Hal ini dilakukan semata-mata karena negara dan para pemangku kekuasaan dalam sistem Islam sangat memahami perannya, yaitu sebagai pelindung dan pelayan masyarakat. Karena Rasulullah pernah bersabda:

“Maka setiap dari kalian adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR. Abu Dawud).

Pemimpin dalam sistem Islam juga enggan berbuat dzalim pada rakyat yang dipimpinnya dan senantiasa berbuat adil, karena Allah Swt telah memerintahkan hal tersebut dalam firman-Nya:

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah SWT. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah SWT akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (Q.S Shad: 26).

Inilah keindahan Sistem Islam. Islam akan mendorong para pemimpin dalam negara untuk berbuat adil dan melarang untuk berbuat dzalim pada rakyat yang dipimpin. Berbeda jauh dengan pemimpin dalam sistem kapitalisme.

Kesadaran inilah yang mestinya di bangun di tengah-tengah masyarakat, agar masyarakat sadar bahwa kesulitan yang mereka terima saat ini akibat penerapan sistem kapitalisme di negeri ini, dan agar masyarakat tidak jatuh pada lubang yang sama terus-menerus. Allahua’lam Bishshawab. (*)

Penulis: Vindy W. Maramis, S.S (Pegiat Literasi Islam, Aktivis Dakwah Medan, Alumni Sastra Inggris, UISU)

***

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

error: Content is protected !!