Beranda » Pangkep » Pamit Untuk Ke WC, Seorang Pria di Pangkep Tewas Minum Racun dan Gantung Diri
Pamit Untuk Ke WC, Seorang Pria di Pangkep Tewas Minum Racun dan Gantung Diri
Pangkep

Pamit Untuk Ke WC, Seorang Pria di Pangkep Tewas Minum Racun dan Gantung Diri

PANGKEP – Warga Kelurahan Bonto-bonto, Kecamatan Ma’rang, digemparkan dengan penemuan jenazah pria yang diduga mengalami gangguan jiwa, Firman Bin Abdul Rasid (25 tahun) tewas tergantung dibawa Kolom rumahnya sendiri.

Informasi yang dihimpun Mediasulsel.com, penemuan jenazah Firman ini bermula saat adik perempuannya, Ummu Kalsum (18 tahun) hendak meminta tolong.

Saat itu sedang cuci piring dan memanggil korban, namun korban tidak menyahut sehingga Ummu Kalsum mencari korban dan melihat kakaknya yang lehernya sudah tergantung dengan tali dibawah Kolong Rumah, Kamis (10/1/2019).

Adik korban sontak berteriak saat melihat kakaknya tergantung dibawa Kolom rumahnya, dari teriakan tersebut warga beramai-ramai mendatangi sumber suara teriakan dan memeriksa bahwa sosok yang tergantung ini adalah Arafah alias Firman sudah tidak bernyawa lagi.

Setelah pihak kepolisian tiba, keluarga korban menolak untuk di outopsi di rumah sakit. Untuk itu, pihak polisi langsung menyerahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman.

Kapolsek Ma’rang, Iptu Nompo menunturkan, kasus ini murni dugaan bunuh diri. Unit Identifikasi Polres Pangkep bersama Dokter Puskesmas Ma’rang tidak menemukan adanya indikasi kekerasan.

Namun yang ditemukan adalah sisa racun yang berceceran dilantai rumah korban.

“Dugaan sementara, korban tewas karena gantung diri dan minum racun. Kami juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan”

“Namun yang ditemukan adalah sejenis racun berceceran dilantai rumah korban,” kata Iptu Nompo.

Dari olah TKP, informasi yang didapat korban sebelumnya mengalami gangguan jiwa dan pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Dadi Makassar pada bulan November tahun lalu.

Di TKP, ditemukan sebuah botol racun rumput merek Suptetox 276. Selain botol tersebut, juga ditemukan ceceran sisa sejenis racun berceceran dilantai.

“Sebelumnya kakak Firman minta izin untuk buang air besar di WC yang terletak di bawa kolom rumah. Setelah berselang beberapa menit, saya sementara cuci piring dan memanggil Kakak saya, namun tidak ada suaranya,” ungkap Ummu Kalsum yang merupakan adik korban

“Pada saat itu, saya turun dibawa kolom rumah dan melihat kakak saya dalam kondisi tergantung dengan mulut berbusa warna hijau”

“Saya langsung berteriak minta tolong, datanglah kakak saya juga bernama olleng dan Umar bersama-sama mengangkat korban kemudian dibawa ke atas rumah,”tuturnya. [SHR]