PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Desa Beroanging Ikut Verifikasi Abdidaya Ormawa 2026, Program BKMF Sinapsis FIKK UNM Diuji • Pemkot Makassar Kejar Sertifikat Aset Ducting Sharing • Penyuluh Kehutanan Jadi Garda Depan Cegah Karhutla, Kejar Target FoLU Net Sink 2030 • Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani • 102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan Muda • Rotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan Baru • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Desa Beroanging Ikut Verifikasi Abdidaya Ormawa 2026, Program BKMF Sinapsis FIKK UNM Diuji • Pemkot Makassar Kejar Sertifikat Aset Ducting Sharing • Penyuluh Kehutanan Jadi Garda Depan Cegah Karhutla, Kejar Target FoLU Net Sink 2030 • Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani • 102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan Muda • Rotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan Baru •
News

Pasar Hewan Berpotensi Lahirkan Virus Penyakit

1669
×

Pasar Hewan Berpotensi Lahirkan Virus Penyakit

Sebarkan artikel ini
Pasar Hewan

VIRUS yang telah menyebabkan puluhan kematian dan ratusan jatuh sakit di seluruh dunia, bermula dari sebuah pasar di Wuhan, China. Pasar itu menjual berbagai jenis hewan, termasuk hewan liar, menurut pihak berwenang China.

Sebuah studi mengisyaratkan seekor ular mungkin telah membawa virus tersebut ke pasar itu.

Tapi para pakar lain meragukannya. Penyelidikan untuk mencari sumber pastinya masih berlangsung.

Pasar Hewan 2

Daftar harga yang beredar di media sosial China memperlihatkan ular, landak, burung merak, kucing luwak, kalajengking, kelabang dan hewan-hewan lain dijual di pasar itu.

ni bukan pertama kalinya pasar-pasar hewan membawa penyakit baru, dan para pakar mengatakan mungkin juga bukan terakhir kalinya. Sindrom pernapasan akut atau SARS juga muncul dari sebuah pasar serupa di China pada 2002. Penyakit itu merenggut nyawa hampir 800 orang.

Flu burung tersebar di pasar-pasar itu pada akhir 1990an dan awal 2000an. Virus H5N1 itu telah menewaskan 455 orang sejak 2003.

Tanpa sanitasi dan penanganan hewan yang tepat, para pejabat kesehatan mengatakan, pasar-pasar itu bisa melahirkan berbagai macam penyakit. [voa]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com