Penanganan
Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan bersama tim gabungan melakukan penertiban pengatur lalu lintas ilegal atau pak ogah disejumlah ruas jalan di Makassar, Selasa (30/3/2021)

MAKASSAR—Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Arafah menilai, penanganan dari hulu pengatur lalulintas ilegal atau pak ogah telah dilakukan secara maksimal. Namun dari hilir tak sesuai dengan harapan.

“Penanganan dari hulu pengatur lalulintas ilegal atau pak ogah telah dilakukan secara maksimal diantaranya dengan melakukan penertiban di lapangan dan pengawasan oleh jajaran dinas perhubungan Provinsi sulsel,” ungkapnya, Jumat (23/7).

Ia menyebutkan, masih munculnya pengatur lalu lintas karena penanganan di hilir tidak berjalan maksimal.

“Masih seringnya muncul pak ogah di setiap putaran atau u-turn, utamanya di jalan yang padat kendaraan, karena penanganan di hilir tidak berjalan maksimal. Padahal, disini Dinas terkait seperti Dinas Sosial harus memberikan pelatihan dan bimbingan agar mereka tidak kembali turun ke jalan,” sebutnya.

Kadishub Sulsel: Larangan Mudik Lebaran masih menunggu Juknis dari Kemenhub
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Muhammad Arafah (kanan), bersama Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sulsel, Abdul Azis Bennu (kiri).

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sulsel Abdul Azis Bennu menambahkan, di hulu jajaran Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan selalu hadir.

“Jadi selain melakukan penertiban, tim kami selalu hadir di jalan. Bahkan sampai jelang shalat maghrib mengawasi dan menghalau munculnya pak ogah yang hanya menjadi salah satu penyebab kemacetan,” katanya.

Ia menuturkan, seharusnya OPD terkait di hilir bisa melakukan aksi lebih maksimal. “Bagaimanapun kita melakukan bertindak di hulu, apa bila di hilir tidak berjalan maksimal, maka mereka tetap akan muncul kembali,” pungkas Azis Bennu. (*)