PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Appi Terpilih Aklamasi Pimpin Demokrat Sulsel 2026–2031, AHY: Welcome to the Club! • Milad KAHMI ke-60 di Makassar, Aksa Mahmud hingga Tamsil Linrung Serukan Pengabdian untuk Bangsa • TP PKK Makassar Ajak Kader dan Masyarakat Gabung Koperasi Keluarga Sejahtera • Ranperda Pengelolaan Parkir Makassar Lanjut ke Pansus, Soroti Jukir Nakal hingga Kebocoran • Melinda Aksa Buka Pameran UMKM dan Jambore HKG PKK Makassar, Luncurkan Koperasi PKK • Mengenang Achmad Ubbe, Pakar Hukum dan Pelestari Keris Bugis • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Appi Terpilih Aklamasi Pimpin Demokrat Sulsel 2026–2031, AHY: Welcome to the Club! • Milad KAHMI ke-60 di Makassar, Aksa Mahmud hingga Tamsil Linrung Serukan Pengabdian untuk Bangsa • TP PKK Makassar Ajak Kader dan Masyarakat Gabung Koperasi Keluarga Sejahtera • Ranperda Pengelolaan Parkir Makassar Lanjut ke Pansus, Soroti Jukir Nakal hingga Kebocoran • Melinda Aksa Buka Pameran UMKM dan Jambore HKG PKK Makassar, Luncurkan Koperasi PKK • Mengenang Achmad Ubbe, Pakar Hukum dan Pelestari Keris Bugis •
Inspirasi

Peran Guru dalam Pendidikan Karakter di Era Teknologi

1089
×

Peran Guru dalam Pendidikan Karakter di Era Teknologi

Sebarkan artikel ini
Peran Guru dalam Pendidikan Karakter di Era Teknologi
Penulis: Salwa Aprilia Lesmana (Mahasiswi STITMA Yogyakarta)

MEDIASULSEL.COM—Peran Guru dalam mengajar Karakter di Era Teknologi Pendidikan karakter sangat penting untuk membangun generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi akademik.

Di era teknologi saat ini, guru harus menghadapi tantangan baru untuk mengajar karakter siswa karena dunia digital berkembang dengan cepat.

Siswa harus dapat memilah informasi dengan bijak dan bertanggung jawab karena perkembangan teknologi dan informasi yang cepat.

Di sinilah peran guru menjadi sangat penting dalam memberikan pendidikan karakter yang tepat yang mampu mempersiapkan siswa untuk hidup di dunia digital.

Beberapa aspek penting dari pekerjaan guru dalam pendidikan karakter di era teknologi dapat diidentifikasi:

Guru harus menjadi teladan dalam penggunaan teknologi secara positif bagi siswa mereka.teknologi Keteladanan ini mencakup cara guru menggunakan media sosial, teknologi pembelajaran, dan sumber informasi secara bertanggung jawab.

Guru dapat mengajarkan siswa bagaimana menggunakan sumber daya digital untuk mencapai tujuan akademik, meningkatkan kemampuan mereka, dan berinteraksi dengan baik di media sosial.

Mengintegrasikan Nilai-Nilai Karakter dalam Proses Pembelajaran Berbasis Teknologi Guru memiliki kesempatan untuk memasukkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kerja sama, kejujuran, dan empati ke dalam proses pembelajaran berbasis teknologi.

Dengan menggunakan platform pembelajaran yang ada, guru dapat menciptakan tugas yang mendorong siswa untuk berkolaborasi dalam kelompok, memastikan penilaian daring yang jujur, dan memberikan tanggung jawab atas tugas yang diberikan kepada siswa.

Membangun Kesadaran Literasi Digital dan Etika Digital: Guru harus mengajarkan siswa tentang pentingnya literasi digital dan etika digital karena siswa dapat dengan mudah mendapatkan akses ke informasi.

Literasi digital bukan hanya mengenal cara menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab tentang apa yang mereka temukan.

Guru harus mengajarkan siswa untuk membedakan informasi yang akurat dari berita palsu atau informasi yang menyesatkan. Etika digital juga merupakan komponen penting dalam pendidikan karakter yang mengajarkan siswa bagaimana berperilaku secara etika saat berada di internet.

Guru harus memastikan bahwa keterampilan sosial dan emosional siswa tetap berkembang dengan baik meskipun teknologi semakin mendominasi kehidupan mereka.

Di zaman modern, pembelajaran karakter juga mencakup cara siswa dapat menjalin hubungan yang positif dengan teman-temannya, baik secara langsung maupun virtual.

Keahlian seperti ini dapat membantu siswa membangun hubungan yang positif dan mengelola emosi mereka saat menghadapi konflik atau tantangan yang muncul di lingkungan akademik mereka. (*)

 

 

Penulis: Salwa Aprilia Lesmana (Mahasiswi STIT Madani Yogyakarta)

 

 

***

 

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com