JENEPONTO—Perdana atau pertama kalinya Bupati Jeneponto, Paris Yasir menjadi Inspektur Upacara (Irup) pasca dilantik Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (24/3/2025) kemarin.
Selain Bupati Jeneponto, Paris Yasir Upacara bendera dihadiri oleh Sekda Jeneponto, Muh. Arifin Nur, para Kepala OPD, Camat, dan Lurah, dan sejumlah ASN di tiap OPD.
Bupati Jeneponto yang baru pertama kali memimpin upacara bendera, Paris Yasir menegaskan, ASN harus bersinergi dengan adanya Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto yang baru.
“Kita kedatangan Bupati baru, pemimpin yang baru dengan pola yang baru pula. Tentunya, saya dan pak Wakil Bupati sangat mengharapkan kita semua untuk bersinergi, kenapa? Kalau tidak bersinergi akan sulit mencapai visi misi yang telah kami canangkan,” kata Bupati Paris Yasir, dihadapan ASN jajaran Pemkab Jeneponto, di lapangan upacara kantor Bupati Jeneponto, Senin (24/3/2025).
“Saya juga sarankan ke kita semua agar tidak saling menghujat karena itu tidak akan pernah membangun etika dan moral kita. Kalau masih ada yang belum move on silahkan, kalau ada yang mau tinggalkan lapangan upacara silahkan, saya persilahkan sekarang,” tegasnya.
Bupati Jeneponto, Paris Yasir berterima kasih ketika ASN mampu bersama-sama berkontribusi membangun daerah ini. “Namun jika ada yang belum ingin berkontribusi, saya sampaikan kembali kalau kita tak sejalan silahkan mundur saja,” ujarnya.
Terkait untuk mempermudah pelayanan masyarakat, ia meminta Sekda Jeneponto, Muh. Arifin Nur membuat perencanaan pemindahan kantor Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal, Dinas Pencatatan Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Sosial, untuk kantornya berada di poros jalan raya.
Bupati Jeneponto, Paris Yasir menambahkan, di masa pemerintahannya bersama Islam Iskandar melaunching program 99 hari kerja yang terbuka untuk umum dan barcodenya akan dishare ke khalayak ramai.
“Kalau ada saran, masukan, dan kritikan silahkan terbuka untuk umum. Karena kritikan dan saran itu akan semakin membuat program kita berjalan dengan sempurna. Silahkan lihat barcodenya karena di situ program kerja Bupati dan Wakil Bupati akan kita lihat melalui aplikasinya,” kata Paris.
“Saya juga menyampaikan permohonan maaf Wakil Bupati tidak bisa bersama dengan kita disebabkan sedang menjalankan ibadah umroh. Wakil Bupati menyampaikan salam bahagia untuk kita semua,” ucapnya.
Di kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Islam Iskandar mencanangkan program Jeneponto Bahagia 2025-2030. “Jadi, kalau masih ada ASN yang belum berbahagia, silahkan mencari kebahagiannya sendiri,” cetusnya.

“Saya sampaikan juga ke Bu Meicha untuk segera menuntaskan TPP ASN, karena sebentar lagi kita akan mengadakan Idul Fitri dan itu bukan saja membutuhkan energi tapi membutuhkan materi juga,” tuturnya.
Bupati Paris Yasir meminta agar mempermudah pemeriksaan, kalau semua berjalan dengan aman nanti BPK dalam pemeriksaan pendahuluan akan pulang dengan bahagia karena tidak repot-repot mencari semua aset.
“Saya juga percaya kalau yang rindu dengan pemimpinnya tidak merasakan panas, sama dengan saya yang rindu dengan kalian (ASN). Satu tahun tidak bertemu cukup lama, walaupun saya tahu ada 80 persen ASN tidak mendukung saya, tidak masalah. Tapi jangan saling menghujat,” kata Paris Yasir, mantan Wakil Bupati Jeneponto bersama Bupati Iksan Iskandar, periode 2018-2023 lalu.
Ketua DPC partai NasDem Jeneponto Paris Yasir mengungkapkan, kejadian di Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala Barat, ada yang menganggap dirinya arogan, tapi ia menerimanya dengan ikhlas dan berharap oknum itu diproses sesuai mekanisme terlebih pelakunya diduga ASN.
“Kepada Kepala BKPSDM, terkait kejadian di Bangkala Barat tanggal 24 lalu, kalau ada yang menganggap Bupati Jeneponto arogan tidak apa-apa, coba dibalik kalau dihadang massamu di depanmu apakah mauko. Kalau pegawai melakukan, berikan sanksi tegas, jangan biarkan negara kita negara hukum dikendalikan oleh preman,” ungkapnya.
“Untuk itu, saya mengajak kepada kita semua, marilah kita memulai hidup yang baru. Bagi yang tidak ingin bersinergi, hari ini saya sampaikan siap menandatangani jika ingin meninggalkan Jeneponto,” tutupnya. (*)













