JENEPONTO—Sebanyak 312 pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) se-Kabupaten Jeneponto masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik di Aula Kalabbirang, Rumah Jabatan Bupati Jeneponto, Rabu (22/7/2026).
Bupati Jeneponto Paris Yasir mengajak pengurus yang baru dilantik membangun sinergi dengan pemerintah daerah untuk menjaga kerukunan umat dan mendukung pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Pelantikan yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jeneponto itu mengusung tema “Menguatkan Khidmat Nahdlatul Ulama, Menebar Kebahagiaan, Mewujudkan Umat yang Maslahah.”
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat peran organisasi hingga tingkat kecamatan dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis sekaligus meningkatkan kontribusi NU terhadap pembangunan daerah.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto Muhammad Ahmad Jailani, jajaran Pengurus Cabang NU Kabupaten Jeneponto, para pengurus MWC NU yang dilantik, serta undangan dari berbagai unsur masyarakat.
Ketua Panitia, M. Sirajuddin M., melaporkan pelantikan diikuti sebanyak 312 peserta yang terdiri atas pengurus MWC NU se-Kabupaten Jeneponto dan tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut, M. Zahir Rauf mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjaga amanah organisasi dengan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memperkuat persatuan, serta memperbesar peran Nahdlatul Ulama dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Bupati Paris Yasir menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus MWC NU yang resmi dilantik. Menurutnya, Nahdlatul Ulama selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan umat, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta mendukung pembangunan di Kabupaten Jeneponto.
“Kepengurusan yang baru dapat terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui berbagai program yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Paris Yasir.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Jeneponto akan terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh organisasi keagamaan, termasuk Nahdlatul Ulama, sebagai upaya memperkuat persatuan dan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Sinergi yang baik diharapkan mampu memperkuat persatuan, menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis, serta mendukung pembangunan daerah yang berorientasi pada kemaslahatan bersama,” katanya.
Paris Yasir menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memerlukan penguatan nilai-nilai sosial dan keagamaan sebagai fondasi dalam mewujudkan masyarakat yang religius, rukun, dan sejahtera. (*)














