BANDUNG—PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Energy Management Indonesia (PLN EMI) untuk memperkuat sinergi pemasaran energi hijau, khususnya layanan berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan di Kantor PLN UID Jawa Barat, Bandung, Jumat, 29 Juli 2025 lalu, dan menjadi bagian dari langkah konkret PLN dalam mendukung target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia pada 2060.
Salah satu fokus kerja sama ini adalah pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC), sebuah produk hijau inovatif dari PLN. REC menjadi bukti bahwa listrik yang digunakan pelanggan berasal dari sumber energi terbarukan dan telah diverifikasi secara internasional.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan kolaborasi ini akan memperluas penetrasi energi hijau ke berbagai sektor, termasuk industri, komersial, hingga instansi pemerintahan.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal penjualan REC, tapi juga membangun kesadaran publik terhadap pentingnya transisi energi. PLN dan PLN EMI akan bersinergi untuk menyediakan solusi kelistrikan berkelanjutan,” ungkap Edyansyah, Sabtu (2/7/2025).
Ia menyebutkan, hingga Juni 2025, PLN UID Sulselrabar telah mencatat penjualan REC sebanyak 131.905 unit atau setara 131,9 GWh. Angka ini menunjukkan antusiasme tinggi dari pelanggan, terutama di sektor bisnis dan industri.
Tak hanya mendukung dekarbonisasi, langkah ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement dan implementasi Nationally Determined Contribution (NDC) yang menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca secara bertahap.
Direktur Utama PLN EMI, Henri Firdaus, turut menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, sinergi dengan PLN akan memperkuat penetrasi pasar energi hijau dan mempercepat transformasi energi nasional.
“Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang manajemen energi, kami siap menjadi mitra strategis dalam memperluas produk-produk EBT. Kerja sama ini menjadi bukti nyata peran BUMN dalam mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis prinsip ESG,” ujar Henri.
Melalui kemitraan ini, PLN berharap bisa menghadirkan lebih banyak solusi energi bersih untuk masyarakat sekaligus mempercepat ekosistem hijau di seluruh Indonesia. (70n/Ag4ys/4dv)













