Plt Kadis Sosial Sulsel: Layani PSK Butuh Sentuhan Nurani
Plt Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan Hasan Basri Ambarala kepada wartawan ketika melakukan sidak di Panti Mattiro Deceng, Senin (31/5/2021).

MAKASSAR—Pekerja Sex Komersial yang disingkat PSK dalam pendampingan membutuhkan ilmu khusus dalam pembinaannya.

Betapa tidak PSK itu selain pekerjaan yang menggiurkan dan hanya bermodal penampilan dengan mudah meraih uang dari kocek para lelaki hidung belang juga pekerjaan yang tidak membutuhkan modal besar.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan Hasan Basri Ambarala kepada wartawan ketika melakukan sidak di Panti Mattiro Deceng.

Menurutnya, PSK tidak seperti pekerja wanita lainnya, karena itu untuk mengubah pikirannya agar keluar dari dunianya dibutuhkan sentuhan nurani dan religius. Makanya, para pendamping harus berbekal ilmu tambahan selain kursus kursus kejuruan yang diprogramkan.

Ambarala ketika melakukan Sidak ada 18 PSK yang terjaring dan saat ini dibawah pembinaan Panti Mattiro Deceng milik Pemprov Sulsel.

Bahkan Ambarala sempat mengumpulkan para ASN di panti itu untuk mengingatkan pentingnya pengabdian sebagai pendamping sosial. Karena itu ia meminta selain ikhlas mendampingi PSK agar mau mengubah diri juga diharapkan meningkatkan disiplin masuk kantor.

Menurut Kepala UPT Mattiro Deceng Andi Rahmi Adikarini bahwa, target pembinaan tahun ini sekitar 40 PSK. Namun kali ini target itu masih belum maksimal dari yang diinginkan. (*)